banner 970x250
Internasional

Awas! Susu Nestle S-26 Promil Gold Ditarik, Waspada Jika Punya Stok di Rumah

×

Awas! Susu Nestle S-26 Promil Gold Ditarik, Waspada Jika Punya Stok di Rumah

Sebarkan artikel ini
Foto: Unsplash
Example 468x60

RAGAM – Gelombang penarikan (recall) produk susu formula bayi produksi Nestle secara global kini turut berimbas ke Indonesia.

Langkah drastis ini diambil menyusul ditemukannya potensi kontaminasi racun cereulide pada bahan baku tertentu yang digunakan dalam proses produksi di 49 negara.

banner 300x600

Meski Nestle Indonesia sebelumnya memastikan seluruh produk lokal aman, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan fakta lain dari data importasi.

Terdapat dua nomor bets dari satu jenis produk impor yang terindikasi terkait dengan penarikan global tersebut.

Produk yang dimaksud adalah S-26 Promil Gold pHPro 1 (susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan) dengan Nomor Izin Edar ML 562209063696.

Adapun dua nomor bets yang terdampak adalah 51530017C2 dan 51540017A1.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam keterangannya pada Rabu (14/01/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat.

BPOM memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap kedua bets produk tersebut.

“Berdasarkan penelusuran data importasi, dua bets produk formula bayi terdampak telah masuk ke Indonesia. Meski hasil pengujian laboratorium kami menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (negatif), kami tetap meminta penarikan demi mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat kerentanan bayi sebagai konsumen,” ujar Taruna, seperti dikutip dari Detik.

Hingga saat ini, BPOM memastikan belum ada laporan kasus keracunan atau kejadian sakit pada bayi di Indonesia akibat mengonsumsi produk tersebut.

Namun, masyarakat yang terlanjur membeli produk dengan nomor bets di atas diimbau untuk segera menghentikan penggunaan dan mengembalikannya ke tempat pembelian.

Penarikan massal yang dimulai sejak Desember 2025 ini dipicu oleh temuan kontaminasi pada bahan baku minyak asam arakidonat (ARA) yang dipasok oleh pihak ketiga.

Baca juga:  Kilas Balik AI Sepekan: OpenAI, Meta, dan Google Guncang Dunia Teknologi

Bahan ini digunakan di pabrik Nestle Suisse SA, Konolfingen, Swiss, yang memproduksi berbagai merek susu formula untuk pasar global.

Kontaminan yang ditemukan adalah cereulide, sebuah racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Racun ini diketahui sangat berbahaya karena bersifat tahan panas (heat stable).

Artinya, racun ini tidak akan rusak meski susu diseduh dengan air mendidih atau dimasak.

Jika tertelan, racun ini dapat memicu gejala keracunan cepat seperti muntah parah, diare, dan kelesuan dalam waktu 30 menit hingga 6 jam.

Secara global, penarikan ini mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Eropa, Amerika, Asia, hingga Timur Tengah.

Di Eropa, merek-merek populer seperti SMA, BEBA, dan NAN ditarik dari peredaran di negara-negara seperti Inggris, Jerman, Prancis, hingga Belanda.

Di kawasan Asia dan Oseania, negara yang terdampak meliputi Australia, China, Hong Kong, Filipina, dan Selandia Baru.

Sementara di Timur Tengah, penarikan terjadi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Iran.

Nestle Global dalam pernyataan resminya menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmennya terhadap keselamatan bayi.

“Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami telah mengganti pemasok minyak ARA dan melakukan pengujian ketat,” tulis Nestle.

Imbauan untuk Konsumen Indonesia

Di Indonesia, Nestle menegaskan bahwa produk selain dua bets yang disebutkan di atas aman untuk dikonsumsi. Pabrik-pabrik Nestle di dalam negeri tidak menggunakan bahan baku dari pemasok yang bermasalah.

BPOM juga meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Konsumen disarankan untuk selalu melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk pangan olahan.

Example 300x600
Example 120x600
Example 300x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *