banner 970x250
Daerah

Regenerasi Kepemimpinan, Persamil Luwu Cari Nahkoda Baru Periode 2026–2031

×

Regenerasi Kepemimpinan, Persamil Luwu Cari Nahkoda Baru Periode 2026–2031

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, hadir mewakili Bupati Luwu dalam pembukaan Musyawarah Daerah Persatuan Mubaligh Islam Luwu (Musda Persamil) Tahun 2026.

Agenda strategis ini digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Belopa, pada Sabtu (17/01/2026).

banner 300x600

Musyawarah ini mengusung agenda utama pemilihan ketua dan pengurus baru untuk periode 2026–2031, sekaligus menjadi momentum evaluasi kinerja organisasi.

Dalam sambutan tertulis Bupati Luwu yang dibacakan oleh Muh. Rudi, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Persamil.

Organisasi ini dinilai memiliki dedikasi tinggi dan peran aktif dalam membina umat, memperkuat syiar Islam, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Persatuan Mubaligh Islam memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dakwah, pencerahan umat, serta pembinaan akhlak dan moral. Di tengah tantangan globalisasi, mubaligh diharapkan tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi teladan dan penyejuk umat,” ujar Muh. Rudi mengutip pesan Bupati.

Lebih lanjut, Muh. Rudi menekankan bahwa Musda ini memiliki makna penting sebagai wadah untuk merumuskan program kerja yang adaptif, solutif, dan relevan dengan kebutuhan umat.

Bupati berharap lahir kepengurusan yang solid dan berintegritas untuk membawa Persamil berkontribusi nyata mewujudkan masyarakat Luwu yang religius.

Sementara itu, Ketua Persamil Kabupaten Luwu, Usman Sahab, menyoroti posisi strategis Persamil sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan mental spiritual.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi mubaligh saat ini, seperti keterbatasan literasi materi dakwah, perbedaan pendapat, hingga perlunya peningkatan partisipasi masyarakat.

Hal senada disampaikan Pembina Persamil Luwu, Jufri. Ia menegaskan bahwa Persamil berfungsi ganda, yakni sebagai corong dakwah agama sekaligus corong pemerintah dalam mensosialisasikan program pembangunan, ekonomi, dan sosial kepada masyarakat.

Baca juga:  Malam Tahun Baru Kelabu, Rumah Pasutri di Luwu Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ketua Panitia Musda, Pahruddin, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara ulama dan pemerintah dengan semangat saling menghargai demi kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Luwu sendiri menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang sinergi seluas-luasnya dengan elemen keagamaan seperti Persamil, guna mendukung pembangunan yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai religius.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *