Makasar – Kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) Sulawesi Selatan kembali diuji melalui penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).
Ini berupa booth portable bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (18/1/2026).
Program ini digadang-gadang sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan standar fasilitas usaha bagi UMKM.
Namun, sejumlah kalangan menilai bantuan seperti ini tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan, melainkan harus disertai pengawasan, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan usaha penerima manfaat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PERBANAS Sulsel dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas secara optimal oleh para pelaku usaha.
“Saya berharap agar booth portable ini digunakan dengan sebaik-baiknya, dijaga dan dirawat, serta dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas usaha masyarakat,” ujar Munafri.
Lebih jauh ia menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak berhenti di bantuan fisik semata, namun juga pendampingan agar UMKM lebih mandiri dan profesional. “Dengan sarana yang lebih layak, UMKM kita diharapkan semakin berkembang dan berdampak pada ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Kegiatan penyerahan CSR dirangkaikan dengan agenda sosial seperti senam bersama, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Rangkaian acara ini dimaksudkan sebagai bentuk sinergi antara peningkatan ekonomi warga dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Acara turut dihadiri Ketua Dewan Pembina PERBANAS Sulsel A. Hudli Huduri, Ketua PERBANAS Sulsel Harry Edward Kwenre, Camat Ujung Pandang Andi Husni, serta sejumlah pejabat struktural Kecamatan Ujung Pandang.
Meski apresiasi mengalir, sejumlah pemerhati UMKM berharap adanya monitoring yang jelas, terutama agar booth portable tidak menjadi fasilitas “sekali pakai” yang tidak berdampak jangka panjang. Pemerintah dan PERBANAS diminta memastikan bahwa bantuan selaras dengan kebutuhan pelaku usaha dan berkelanjutan.
Program CSR ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas UMKM CFD Sudirman, bukan sekadar momentum seremonial tahunan.
















