banner 970x250
Internasional

Serangan Israel dan AS Diklaim Tewaskan Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh

×

Serangan Israel dan AS Diklaim Tewaskan Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh (Foto: Ist)
Example 468x60

INTERNASIONAL – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik didih usai koalisi Amerika Serikat dan Israel melancarkan gempuran udara berskala besar ke wilayah Iran pada Sabtu (28/02/2026).

Insiden mematikan ini dikabarkan telah merenggut nyawa dua pilar utama pertahanan Teheran, yaitu Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Mohammad Pakpour.

banner 300x600

Informasi mengenai jatuhnya korban dari kalangan elite militer ini pertama kali diungkap oleh kantor berita Reuters, dengan merujuk pada tiga sumber rahasia yang memahami detail operasi tersebut.

Berdasarkan laporan, serangan presisi dari Washington dan Tel Aviv ini bukan tindakan spontan, melainkan hasil perencanaan intelijen yang matang selama berbulan-bulan.

Seorang pejabat militer Israel membeberkan bahwa operasi tersebut memang dirancang khusus untuk menyasar titik-titik krusial di mana para petinggi militer Iran berkumpul.

“Tiga lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya rezim teror Iran diserang secara serentak. Beberapa tokoh senior yang sangat penting bagi manajemen kampanye militer dan tata kelola rezim telah dieliminasi,” ujar pejabat Israel tersebut, seperti dikutip dari Okezone.

Kehilangan Jenderal Pakpour dan Amir Nasirzadeh dipastikan menjadi pukulan telak bagi Iran.

Pakpour diketahui baru menjabat sebagai komandan IRGC selama 260 hari menggantikan Hussein Salami pada tahun 2025.

Saat itu, ia mendapat mandat langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran untuk “meningkatkan kemampuan, kesiapan, dan kohesi internal IRGC”.

Bersamaan dengan itu, posisi Nasirzadeh sebagai Menteri Pertahanan juga memegang peranan vital dalam arsitektur keamanan nasional mereka.

Menyusul kesuksesan operasi tersebut, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan video.

Keduanya tidak hanya membenarkan serangan itu, tetapi juga menyiratkan dukungan terbuka terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran guna menetralkan ancaman.

Baca juga:  Baek Se Hee, Penulis Fenomenal Korea Selatan, Wafat di Usia 35 Tahun

Sebagai balasan atas pelanggaran kedaulatan kedaulatan yang terang-terangan ini, militer Iran merespons dengan cepat.

Pada hari yang sama, rentetan rudal balistik Iran ganti menghujani sejumlah fasilitas pangkalan militer milik Amerika Serikat di kawasan Teluk Arab.

Guncangan ledakan dilaporkan melanda pangkalan militer AS yang berada di Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait.

Hingga berita ini ditulis, otoritas resmi di Teheran belum mengeluarkan pernyataan pasti mengenai konfirmasi nasib Nasirzadeh dan Pakpour.

Situasi yang kian memanas ini membuat komunitas global mendesak langkah de-eskalasi agar wilayah Timur Tengah tidak sepenuhnya terjerumus ke dalam perang terbuka berskala besar.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *