banner 970x250
Daerah

Terapkan Sistem Salibu, Lahan Binaan PT Vale Mampu Panen Delapan Kali Tanpa Tanam Ulang

×

Terapkan Sistem Salibu, Lahan Binaan PT Vale Mampu Panen Delapan Kali Tanpa Tanam Ulang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU TIMUR – Program demplot padi berkelanjutan yang dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Kolaka mulai menunjukkan hasil positif.

Dalam kegiatan panen bersama di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, hasil panen padi organik bahkan mencapai 6,9 ton, menandai peningkatan produktivitas dibanding pola budidaya sebelumnya.

banner 300x600

Kegiatan panen yang berlangsung pada 8 Maret 2026 tersebut merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana yang dimulai sejak November 2025 di tiga desa binaan perusahaan, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua (Kecamatan Baula), serta Desa Lemedai (Kecamatan Tanggetada).

Panen bersama ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, unsur Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widiastuti.

CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan program demplot tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di sekitar wilayah operasional.

“Keberlanjutan bagi PT Vale bukan hanya soal bagaimana menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Program demplot padi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.

Program ini merupakan kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian dengan mengintegrasikan teknologi budidaya padi presisi yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat lokal.

Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas kedua metode budidaya.

Berbagai varietas padi unggul turut diuji, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu diterapkan pula teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Baca juga:  Jaga Stabilitas Sosial, Satgas Investasi Luwu Gelar Koordinasi Lintas Sektor dengan PT MDA

Melalui metode tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu masa tanam, sehingga mampu menghemat biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.

Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu pilar penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kami tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien kepada para petani,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar mengapresiasi dukungan PT Vale terhadap program ketahanan pangan di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor industri sangat penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

“Perusahaan seperti PT Vale tidak hanya memikirkan pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, mengaku metode pertanian organik memberikan dampak nyata bagi petani.

“Biaya produksi lebih efisien karena pupuk bisa dibuat dari bahan di sekitar kita. Selain itu harga jual juga lebih baik dan hasil panennya meningkat,” ujarnya.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah berjalan sejak 2021 dan hingga kini telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan.

Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *