banner 970x250
Internasional

Hindari Pertempuran Berkepanjangan, Israel Sepakat Koordinasi dengan AS untuk Akhiri Perang

×

Hindari Pertempuran Berkepanjangan, Israel Sepakat Koordinasi dengan AS untuk Akhiri Perang

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar (X @gidonsaar)
Example 468x60

INTERNASIONAL – Di tengah eskalasi konflik yang kini telah memasuki hari kesebelas, Tel Aviv menegaskan keengganannya untuk terjebak dalam pertempuran berkepanjangan melawan Teheran.

Keputusan krusial mengenai kapan operasi militer gabungan ini akan dihentikan sepenuhnya bergantung pada hasil koordinasi bersama sekutu utamanya, Amerika Serikat.

banner 300x600

Pernyataan strategis tersebut dilontarkan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, di Yerusalem pada Selasa (10/03/2026).

Saat tampil dalam konferensi pers bersama perwakilan dari Jerman, ia secara tegas menolak untuk membeberkan tenggat waktu pasti terkait durasi peperangan yang gelombang kejutnya telah merambat hingga ke berbagai wilayah di Timur Tengah ini.

“Kami tidak menginginkan perang tanpa akhir. Kami akan melanjutkan hingga saat kami dan mitra kami menganggap bahwa sudah tepat untuk berhenti,” ungkap Saar saat menjelaskan posisi negaranya dalam merespons konflik terbuka tersebut.

Target utama dari agresi militer ini cukup ambisius dan terstruktur. Tel Aviv tidak hanya berfokus pada kekuatan militer, tetapi juga berambisi melumpuhkan total program nuklir serta sistem rudal balistik milik Teheran.

Lebih jauh lagi, manuver ini dirancang untuk menciptakan tekanan yang diharapkan mampu memicu pergerakan rakyat Iran dalam meruntuhkan dominasi rezim ulama yang tengah berkuasa.

Saar menyoroti bahwa saat ini terbuka peluang emas bagi warga Iran untuk membebaskan diri dari belenggu rezim tersebut.

Meski ia menyadari pergolakan sipil massal mungkin belum tentu terjadi saat rentetan serangan masih berkecamuk, ia meyakini momentum perubahan itu akan terwujud pascakonflik.

Kehadiran Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, di Yerusalem sekaligus menandai kunjungan perdana pejabat tinggi negara asing ke Israel sejak pecahnya perang besar ini.

Dalam kesempatan itu, Wadephul menyampaikan pandangannya bahwa Tel Aviv dan Washington pada dasarnya masih membuka pintu bagi negosiasi diplomatik guna menyudahi pertumpahan darah.

Baca juga:  Pengakuan Palestina oleh Eropa, Trump Lontarkan Kritik Keras

Walau begitu, diplomat asal Jerman ini memberikan catatan khusus. Jalan damai baru bisa terwujud apabila kesepakatan tersebut mencakup komitmen mengikat dari Teheran untuk melucuti program rudal dan nuklirnya, serta mencabut segala bentuk sokongan terhadap kelompok milisi regional.

Di sisi lain, prasyarat berat ini sebelumnya telah ditolak mentah-mentah oleh pihak pemerintah Iran.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *