banner 970x250
Nasional

Panduan Ibadah Salat Sunah Idulfitri Berjemaah di Hari Kemenangan

×

Panduan Ibadah Salat Sunah Idulfitri Berjemaah di Hari Kemenangan

Sebarkan artikel ini
Foto: Unsplash
Example 468x60

RELIGI – Pelaksanaan ibadah salat Idulfitri merupakan salah satu kesunahan yang sangat ditekankan (sunah muakadah) bagi seluruh umat Islam di hari kemenangan.

Syariat ini mulai diberlakukan sejak tahun kedua Hijriah dan terus dirutinkan oleh Nabi Muhammad hingga akhir hayat beliau, yang kemudian diwariskan serta dijaga oleh umatnya hingga detik ini.

banner 300x600

Secara prinsip, rukun dan syarat sah ibadah ini serupa dengan salat fardu lima waktu, namun dilengkapi dengan beberapa kesunahan teknis khusus.

Rentang waktu pelaksanaannya membentang dari terbitnya matahari hingga menjelang masuknya waktu zuhur.

Uniknya, terdapat perbedaan anjuran waktu antara Idulfitri dan Iduladha.

Jika salat Iduladha disunahkan untuk disegerakan demi kelancaran penyembelihan hewan kurban, umat Islam justru dianjurkan untuk sedikit mengundurkan waktu pelaksanaan salat Idulfitri.

Kelonggaran waktu ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum menuntaskan kewajiban pembayaran zakat fitrah mereka.

Merujuk pada panduan keislaman, berikut adalah langkah demi langkah tata cara pelaksanaan salat Idulfitri:

1. Menghadirkan Niat

Ibadah diawali dengan memantapkan niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratulihram. Sangat disunahkan pula untuk melafalkannya secara lisan sebelum mengangkat tangan. Berikut adalah lafal niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman/imâman) lillâhi ta’âlâ.

(Artinya: “Saya berniat mengerjakan salat sunah Idulfitri dua rakaat [sebagai makmum/imam] karena Allah taala.”)

2. Takbir Tujuh Kali di Rakaat Pertama

Setelah takbiratulihram dan membaca doa iftitah, jemaah disunahkan untuk bertakbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir tersebut, amat dianjurkan untuk membaca zikir pujian berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla.

Baca juga:  Istana Minta Maaf, Korban Keracunan MBG Capai Ribuan Siswa

(Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”)

Sebagai alternatif, Anda juga bisa membaca lafal zikir ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.

(Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”)

3. Membaca Surah

Langkah selanjutnya adalah melantunkan surah Al-Fatihah. Setelah itu, imam sangat disunahkan untuk membaca surah Al-A’la.

Rangkaian kemudian diteruskan dengan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga kembali bangkit berdiri untuk rakaat berikutnya layaknya salat biasa.

4. Takbir Lima Kali di Rakaat Kedua

Saat bangkit berdiri untuk rakaat kedua, lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali (di luar takbir intiqal untuk bangkit berdiri). Sama seperti rakaat pertama, selingi setiap takbir dengan bacaan zikir pujian di atas.

Setelahnya, bacalah surah Al-Fatihah dan disunahkan menyambungnya dengan surah Al-Ghasiyah.

Lanjutkan seluruh rukun dan gerakan salat hingga diakhiri dengan salam.

5. Mendengarkan Khotbah

Setelah salam diucapkan sebagai penutup salat, jemaah amat dianjurkan untuk tidak langsung membubarkan diri atau beranjak dari tempat duduk.

Dengarkanlah khotbah Idulfitri yang disampaikan oleh khatib dengan saksama demi menyempurnakan keutamaan rangkaian ibadah hari raya Anda.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *