banner 970x250
Internasional

Buka Selat Hormuz Dua Minggu, Iran Beri Kesempatan Jalur Negosiasi Damai

×

Buka Selat Hormuz Dua Minggu, Iran Beri Kesempatan Jalur Negosiasi Damai

Sebarkan artikel ini
Foto: Unsplash
Example 468x60

INTERNASIONAL – Pemerintah Iran akhirnya mengambil langkah strategis dengan mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran maritim di Selat Hormuz.

Kebijakan pelonggaran blokade yang akan berlangsung selama dua pekan ini sengaja diambil oleh Teheran guna memberikan ruang bagi proses perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) demi mengakhiri peperangan.

banner 300x600

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi kebijakan strategis tersebut melalui akun media sosial X pada Rabu (08/04/2026).

Ia memastikan bahwa aktivitas pelayaran komersial di perairan vital tersebut akan dijamin keamanannya, meski seluruh pergerakan tetap berada di bawah pengawasan ketat pihak militer.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ungkap Araghchi dalam keterangannya, seperti dikutip dari Detik.

Langkah pembukaan gerbang perairan ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi jalur diplomasi kedua negara.

Rencananya, delegasi AS dan Iran akan duduk bersama di meja negosiasi yang berlokasi di Islamabad, Pakistan, mulai hari Jumat mendatang.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran menyatakan bahwa tenggat waktu dua minggu untuk pembicaraan tersebut bukanlah batas akhir yang kaku, melainkan dapat diperpanjang apabila tercapai kesepakatan lanjutan dari kedua belah pihak.

Kelancaran arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz sejatinya merupakan syarat mutlak yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Sebelumnya, Trump telah menyetujui penundaan operasi militer dan serangan destruktif ke wilayah Iran selama 14 hari ke depan.

Keputusan untuk menahan gempuran udara tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir yang bertindak sebagai pihak penengah.

Trump menggarisbawahi bahwa penangguhan serangan Washington hanya akan berlaku efektif apabila Iran benar-benar memastikan pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman bagi pelayaran dunia.

Baca juga:  Raih 86 Emas, Kontingen Indonesia Berpeluang Salip Rekor SEA Games Kamboja

Pemimpin Gedung Putih itu menyebut kesepakatan ini sebagai wujud nyata dari sebuah gencatan senjata dua arah.

Lebih lanjut, Trump menyiratkan rasa optimisme yang tinggi terkait prospek perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sebuah proposal berisi 10 poin dari Teheran, yang dinilai sangat realistis untuk dijadikan fondasi dasar dalam bernegosiasi.

“Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan,” jelas Trump meyakini bahwa pakta perdamaian definitif antara kedua negara kini sudah semakin dekat.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *