banner 970x250
Daerah

Kado Istimewa Appi di Hardiknas 2026, Insentif Guru dan Sistem Baru

×

Kado Istimewa Appi di Hardiknas 2026, Insentif Guru dan Sistem Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menegaskan arah pembangunan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan semata.

banner 300x600

Pesan tersebut ia sampaikan secara langsung saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Karebosi Makassar pada Sabtu (02/05/2026).

Menurutnya, momentum ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional sekaligus memperkuat dedikasi seluruh elemen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Hardiknas adalah momentum penting untuk refleksi, meneguhkan komitmen, dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional. Tentu, kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan dedikasi dalam membangun karakter dan kualitas SDM, guna mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif bagi seluruh warga Kota Makassar,” ujar Munafri.

Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, semangat menghadirkan pendidikan untuk semua diwujudkan melalui langkah nyata.

Sebagai kado istimewa bagi warganya, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan serangkaian program strategis untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan.

Program tersebut mencakup penambahan alokasi anggaran hingga peningkatan insentif bagi tenaga pendidik, khususnya guru yang bertugas di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.

Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif juga dibuktikan melalui pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).

Selain itu, peringatan Hardiknas tahun ini ditandai dengan peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026 demi mewujudkan sistem penerimaan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Lewat Hardiknas 2026, momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen kami dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. Pendidikan bagi warga semua, adalah cita-cita besar kita. Kita ingin menempatkan Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia,” jelas politisi yang akrab disapa Appi tersebut.

Baca juga:  Munafri Arifuddin Bawa Makassar Raih Dua Penghargaan CNN Indonesia Awards 2025

Terkait upaya menekan angka putus sekolah, ia berharap kehadiran tim relawan ATS mampu membawa perubahan yang terukur.

“Saya berharap tahun depan, pada momentum yang sama, angka anak tidak sekolah ini sudah turun secara signifikan. Ini penting agar kerja-kerja kita bisa terukur dengan baik,” harapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan membedah struktur anggaran agar lebih difokuskan pada sektor yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pendidikan dan kesehatan.

Keberpihakan ini juga menyentuh kesejahteraan guru di kepulauan.

“Guru-guru di pulau kita berikan insentif lebih sebagai bentuk perhatian. Ke depan, kita harapkan nilainya terus meningkat agar mereka mampu memberikan pengabdian terbaik. Saya ingin suatu saat ketika orang bertanya di mana pendidikan terbaik di Indonesia, jawabannya adalah Kota Makassar,” tambahnya penuh optimisme.

Munafri juga mengingatkan pentingnya penguatan kurikulum pendidikan dasar pada aspek karakter, akhlak, serta muatan budaya lokal di tengah derasnya arus teknologi.

Ia secara khusus mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai pada anak-anak agar interaksi sosial dan perkembangan karakter mereka tidak terganggu.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan.

Tema Hardiknas tahun ini dinilai sangat selaras dengan visi pembangunan Kota Makassar melalui konsep MULIA, yakni menghadirkan pelayanan publik yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan di sektor pendidikan.

“Momentum Hardiknas ini harus kita maknai sebagai ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan yang bermutu hanya bisa terwujud jika semua pihak terlibat aktif,” terang Aliyah.

Menutup arahannya, Aliyah kembali mengingatkan para orang tua terkait pembatasan penggunaan gawai secara bijak.

Baca juga:  Appi Pertahankan Mobil Dinas Lama: Anggaran Dialihkan untuk Seragam Sekolah dan Iuran Sampah

Menurutnya, anak-anak perlu tetap tumbuh dengan interaksi sosial yang sehat, aktif dalam kegiatan belajar, serta tetap dekat dengan lingkungan dan budaya mereka.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *