MAKASSAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis kepada masyarakat.
Dalam upaya peningkatan mutu tersebut, RSUD Daya Makassar menegaskan bahwa seluruh elemen rumah sakit, termasuk petugas kebersihan atau cleaning service, memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien per Kamis (07/05/2026).
Di lapangan, petugas cleaning service tidak hanya bertugas menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.
Mereka juga kerap turun tangan membantu dan mendampingi pasien, khususnya bagi mereka yang datang berobat tanpa didampingi pihak keluarga.
Kehadiran para petugas ini menjadi bentuk kepedulian nyata untuk memastikan pasien tetap merasa aman, nyaman, dan tidak merasa sendirian selama menjalani proses perawatan medis.
Fenomena pelayanan humanis ini bahkan turut menjadi perhatian publik.
Hal tersebut bermula dari sebuah tayangan video yang diunggah melalui akun Instagram resmi RSUD Daya, yang kemudian menjadi viral dan dibanjiri komentar positif dari masyarakat luas.
Dalam tayangan video tersebut, terlihat seorang petugas cleaning service dengan sigap membantu dan menemani pasien, terutama saat keluarga pasien tengah mengurus proses administrasi atau keperluan lainnya.
Sejumlah warganet pun turut membagikan pengalaman serupa di kolom komentar.
Mereka mengaku pernah merasakan langsung bentuk perhatian dari para petugas di RSUD Daya, mulai dari sekadar membantu kebutuhan sederhana hingga menemani pasien agar tetap merasa tenang.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUD Daya, A. Any Muliany, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan harus dibangun secara menyeluruh.
Pelayanan yang paripurna tidak hanya dilihat dari sisi medis semata, tetapi juga dari aspek empati dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang tidak hanya mendapatkan penanganan medis yang baik, tetapi juga merasakan kepedulian. Apa yang dilakukan oleh petugas cleaning service adalah wujud nyata pelayanan dari hati,” ujarnya.
Menurut A. Any Muliany, pendekatan humanis semacam itu menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses pemulihan fisik dan psikologis pasien.
Pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran PT BBP selaku manajemen pengelola cleaning service di rumah sakit tersebut.
Pihak manajemen terbukti memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan kerap menyelenggarakan pelatihan dasar (Basic Training).
Pelatihan tersebut berfokus pada penguatan konsep 4G (Grooming, Gesture, Greeting, dan Global Ethics) serta implementasi pelayanan prima (Service Excellence).
“Melalui pelatihan ini, tim dibekali pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang efektif, sikap profesional, serta kemampuan dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang positif bagi pasien dan keluarga,” ungkap A. Any Muliany.
Ia menambahkan bahwa ketika pasien merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri, hal itu akan memberikan dampak positif terhadap kondisinya. Budaya kerja inilah yang terus dibangun dan dipertahankan di lingkungan RSUD Daya.
Berbagai apresiasi dari masyarakat melalui media sosial kini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh jajaran RSUD Daya Makassar.
Mereka berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya profesional dan berkualitas, tetapi juga berlandaskan empati, kepedulian, dan ketulusan hati.










