banner 970x250
Nasional

Luar Biasanya Hari Arafah: Amalan Terbaik yang Melampaui Jihad di Jalan Allah

9
×

Luar Biasanya Hari Arafah: Amalan Terbaik yang Melampaui Jihad di Jalan Allah

Sebarkan artikel ini
Foto: Unsplash
Example 468x60

RELIGI – Bulan Zulhijah senantiasa membawa keistimewaan spiritual yang sangat agung bagi umat Islam, terutama pada sepuluh hari pertamanya.

Puncak dari rangkaian kemuliaan tersebut terpusat pada momentum Hari Arafah, yang secara kalender pada tahun ini akan jatuh bertepatan pada Selasa (26/05/2026) mendatang.

banner 300x600

Pada hari tersebut, pintu rahmat dan ampunan Allah SWT dibuka seluas-luasnya, tidak hanya bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf, tetapi juga bagi umat Islam di seluruh belahan dunia.

Keistimewaan beramal pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang bermuara pada Hari Arafah, dinilai memiliki kedudukan yang tidak tertandingi.

Dikutip dari MUI, Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dari sahabat Ibnu Abbas bahwa amal saleh di waktu ini memiliki nilai tertinggi.

“Tidak ada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama daripada jihad di jalan Allah?’ Rasulullah menjawab, ‘Termasuk lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan sesuatu apa pun’.”

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, cara terbaik untuk meraih keberkahan tersebut adalah dengan melaksanakan puasa sunah.

Terdapat dua puasa yang ditekankan, yakni puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah.

Secara khusus, puasa Arafah berstatus sunnah muakkad karena menyimpan ganjaran pengampunan yang luar biasa dari Sang Pencipta.

Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” 

Baca juga:  Buka Rakornas 2026, Prabowo Bakal Beri Arahan Tegas ke Kepala Daerah

Pakar fikih klasik, Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi, mencatat bahwa dosa yang dihapus melalui puasa tersebut berfokus pada dosa-dosa kecil.

Sementara itu, puasa Tarwiyah yang dikerjakan sehari sebelumnya juga sangat dianjurkan sebagai langkah kehati-hatian (ihtiyath), guna memastikan umat Islam tidak melewatkan ganjaran utama dari Hari Arafah.

Menariknya, anjuran puasa ini justru tidak ditekankan bagi jemaah haji. Berpuasa bagi mereka dihukumi khilaf al-aula(lebih baik ditinggalkan) agar fisik tetap bugar untuk fokus bermunajat di Padang Arafah.

Lebih dari sekadar penghapus dosa, Hari Arafah adalah hari di mana pembebasan dari siksa neraka diberikan secara massal oleh Allah SWT. Momentum pengampunan besar-besaran ini membuat setan menjadi sangat terhina.

Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah.” Selain berpuasa, Hari Arafah menjadi waktu emas yang tak tertandingi untuk memanjatkan munajat.

Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Malik dan Tirmidzi, “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” 

Lantas, kapan waktu terbaik bagi Muslim di Indonesia untuk memanjatkan doa agar selaras dengan para jemaah haji di Makkah? Mengingat Waktu Indonesia Tengah (WIB) lebih cepat sekitar tiga jam dari Makkah, waktu wukuf yang dimulai bakda zuhur hingga magrib di Tanah Suci akan bertepatan dengan pukul 17.00 hingga 23.00 WIB.

Waktu sore hingga malam tersebut sangat ideal dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, membaca kalimat tauhid, dan doa sapu jagat.

Kendati demikian, syariat tidak mengharuskan pencocokan jam secara mutlak, karena keutamaan Hari Arafah senantiasa menaungi umat Islam sesuai penanggalan 9 Zulhijah di negara masing-masing.

Baca juga:  Aliah Sakira, Putri Sulsel Pembawa Baki di Istana Negara

Sebagai panduan ibadah, lafal niat puasa Tarwiyah adalah: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta’ālā (Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala).

Sedangkan lafal niat untuk puasa Arafah adalah: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’ālā (Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala). Niat ini dianjurkan untuk dibaca pada malam hari sebelum waktu fajar tiba.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *