PENDIDIKAN – Di tengah tantangan yang dihadapi banyak perguruan tinggi swasta (PTS) akibat menurunnya jumlah mahasiswa baru dan meningkatnya persaingan dunia pendidikan tinggi, Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo tetap menunjukkan optimisme dan ketahanan yang kuat.
Kampus yang menjadi salah satu pilar pendidikan di Luwu Raya ini terus mempertahankan eksistensinya sekaligus memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia Timur.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Yayasan To Ciung Luwu–Universitas Andi Djemma yang digelar di Makassar, Senin (22/6/2026).
Rapat membahas Laporan Rektor Universitas Andi Djemma serta Laporan Pengurus Yayasan Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan arah pengembangan institusi pendidikan tinggi tersebut.
Pertemuan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Prof. Mansyur Ramly bersama jajaran pembina, pengurus, dan pengawas yayasan. Hadir pula Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., beserta para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, dan Direktur Pascasarjana.
Dalam laporannya, Unanda saat ini mengelola tujuh fakultas dan lima program studi magister pada Program Pascasarjana.
“Capaian tersebut menunjukkan konsistensi kampus dalam menjaga pertumbuhan akademik di tengah dinamika pendidikan tinggi nasional yang semakin kompetitif,” ujar Drs. H. Baharuddin Solongi, M.Si, Dewan Pengawas Yayasan Tociung Luwu-Universitas Andi Djemma, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Peserta rapat menilai tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya terkait jumlah mahasiswa baru, tetapi juga tuntutan peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi, adaptasi teknologi digital, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah.
“Salah satu poin penting yang mendapat perhatian adalah dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap mahasiswa asal daerahnya yang menempuh pendidikan di Unanda,” kata Baharuddin Solongi.
Saat ini sekitar 300 mahasiswa menerima beasiswa yang dibiayai oleh Pemkab Luwu Timur.
“Program tersebut dinilai sebagai investasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan,” ungkapnya.
Baharuddin Solongi mengutip pernyataan, Prof. Mansyur Ramly selaku ketua yayasan, bahwa ia menegaskan pentingnya penguatan tata kelola yayasan dan universitas agar mampu menjawab perubahan yang berlangsung cepat di sektor pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi harus terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas kontribusi sosial agar tetap menjadi institusi yang dipercaya masyarakat.
Sementara itu, jajaran yayasan dan pimpinan universitas berkomitmen memperkuat mutu akademik, tata kelola kelembagaan, dan peran kampus dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, serta budaya masyarakat.
“Komitmen tersebut penting mengingat kebutuhan Indonesia Timur terhadap sumber daya manusia berkualitas semakin besar seiring percepatan pembangunan kawasan,” kata Rektor Unanda, Annas Boceng.
Rapat Yayasan To Ciung Luwu–Universitas Andi Djemma 2026 tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban tahunan, tetapi juga ruang konsolidasi strategis untuk merumuskan arah pengembangan kampus ke depan.
Dengan fondasi kelembagaan yang semakin kuat serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, Unanda diharapkan terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pencetak generasi pemimpin yang berkontribusi bagi kemajuan Luwu Raya, Sulawesi Selatan, dan Indonesia Timur.
















