INTERNASIONAL – Tidak ingin kalah mentereng dari para rivalnya seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland yang lebih dulu memborong gol untuk negaranya masing-masing, Cristiano Ronaldo akhirnya sukses unjuk gigi di ajang FIFA World Cup 2026.
Bintang veteran tersebut tampil menggila dengan mencetak dwigol (brace) sekaligus mengantarkan tim nasional Portugal melibas Uzbekistan dengan skor telak 5-0.
Pertandingan penyisihan Grup K yang berjalan sangat berat sebelah ini diselenggarakan di Stadion Houston pada Selasa (23/06/2026) waktu setempat.
Penampilan apik mantan bintang Real Madrid dan Manchester United tersebut tidak hanya sekadar mengunci kemenangan bagi timnya, melainkan juga memecahkan sejumlah rekor prestisius di kancah sepak bola internasional.
Dengan usianya yang telah menginjak 41 tahun 138 hari, Ronaldo resmi menobatkan dirinya sebagai pencetak gol tertua kedua sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia, hanya tertinggal dari legenda Kamerun, Roger Milla.
Lebih membanggakan lagi, koleksi 10 golnya di putaran final turnamen akbar ini sukses melampaui rekor sembilan gol milik sang legenda Portugal, Eusebio.
CR7 juga mengukir sejarah baru sebagai satu-satunya pesepak bola di muka bumi yang mampu merobek jala gawang lawan di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Pesta gol skuad Selecao das Quinas bermula saat laga baru berjalan enam menit.
Berawal dari umpan silang memanjakan yang dilepaskan dari sektor sayap oleh Joao Cancelo, Ronaldo dengan cekatan menuntaskannya melalui sontekan mematikan dari jarak dekat.
Sebelas menit berselang, pergerakan cerdik sang kapten yang bertindak sebagai pengecoh sukses merusak konsentrasi pertahanan lawan, membuka ruang bebas bagi Nuno Mendes untuk menggandakan keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas brilian pada menit ke-17.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-39, jala gawang wakil Asia tersebut kembali bergetar usai bergetar usai Ronaldo melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang.
Dominasi mutlak anak asuh Roberto Martinez ini terus berlanjut di babak kedua.
Petaka bagi tim debutan Uzbekistan bertambah saat Nematov melakukan gol bunuh diri pada menit ke-60 akibat salah mengantisipasi bola di area terlarang.
Kemenangan sempurna Portugal akhirnya ditutup oleh sepakan mematikan Rafael Leao yang menyempurnakan keunggulan menjadi 5-0 pada menit ke-87.
Sebenarnya, armada Uzbekistan sempat bersorak ketika Azizjon Ganiev melepaskan tembakan jarak jauh spektakuler yang tak mampu dibendung kiper Portugal.
Sayangnya, wasit menganulir gol hiburan tersebut lantaran terjadi pelanggaran terlebih dahulu dalam proses pembangunannya, membuat peluang lolos Uzbekistan di turnamen ini berada di ujung tanduk.
Merespons raihan bersejarah dan kebangkitan timnya setelah sempat tampil kurang meyakinkan saat melawan Republik Demokratik Kongo di laga perdana, Ronaldo menegaskan bahwa fokus utamanya tetap bertumpu pada kesuksesan kolektif tim.
“Saya sangat senang. Tapi bagi saya, yang terpenting adalah kerja keras dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan. Tim tampil sangat baik dan banyak berkembang. Memang, berbicara secara pribadi, rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan utama saya selalu untuk membantu tim nasional mencapai targetnya,” ungkap pemilik lima gelar Ballon d’Or tersebut kepada awak media seusai pertandingan, seperti dikutip langsung dari Fifa.com.
Senada dengan sang kapten, pelatih kepala Roberto Martinez turut melontarkan pujian atas kedewasaan mental anak asuhnya.
Menurutnya, hasil imbang di laga pembuka justru menjadi lecutan motivasi yang berharga sehingga timnya mampu tampil jauh lebih beringas, penuh komitmen, dan matang secara taktik di pertandingan krusial ini.







