MAKASSAR – Upaya menekan laju penularan HIV/AIDS di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilakukan secara masif oleh Pemerintah Kota Makassar.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah daerah mulai memperkuat sinergi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan.
Langkah kolaboratif tersebut dibahas secara mendalam dalam sebuah agenda audiensi yang berlangsung hangat di Gedung MGC pada Jumat (26/06/2026).
Pertemuan strategis ini diterima langsung oleh Sekretaris Diskominfo Kota Makassar, Daniati, yang turut didampingi oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Abdullah.
Fokus utama dari pertemuan ini adalah merumuskan strategi komunikasi publik yang jitu untuk menyosialisasikan bahaya serta pencegahan HIV/AIDS.
Kedua belah pihak sepakat bahwa penyebaran informasi kesehatan harus dikemas dalam format yang edukatif, mudah dipahami, dan tepat sasaran agar tidak menimbulkan ketakutan yang keliru di tengah masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai garda terdepan informasi daerah, Daniati menegaskan bahwa instansinya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan literasi kesehatan publik tersampaikan dengan baik.
Menurutnya, pendekatan komunikasi yang terukur sangat krusial dalam menangani isu-isu sensitif terkait kesehatan reproduksi dan penyakit menular.
“Isu HIV/AIDS perlu disampaikan dengan pendekatan komunikasi yang tepat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar serta terhindar dari stigma dan disinformasi. Diskominfo siap mendukung penyusunan strategi komunikasi publik yang lebih masif dan kolaboratif,” jelas Daniati merespons inisiatif tersebut.
Guna merealisasikan kolaborasi ini ke dalam bentuk aksi nyata, Daniati langsung menawarkan sejumlah ruang berekspresi kepada pihak PKBI.
Ia mempersilakan organisasi tersebut untuk “menunggangi” berbagai program unggulan milik Diskominfo yang selama ini telah berjalan efektif dan memiliki basis massa yang besar.
“Boleh juga ikut program-program Kominfo seperti Kominfo Goes to School dan bisa juga di Car Free Day saat kita lagi literasi digitalisasi. Bisa join, pihak PKBI siapkan materinya dengan baik,” sambungnya memberikan lampu hijau.
Tawaran terbuka ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Kota Makassar dari PKBI Sulawesi Selatan, Yanti.
Ia menyoroti urgensi perluasan jangkauan edukasi ke lingkup akademis.
Di matanya, kelompok pelajar dan mahasiswa adalah entitas yang paling rentan namun sekaligus berpotensi menjadi agen perubahan jika dibekali dengan informasi yang komprehensif.
“Kami berharap dapat berkolaborasi dalam penyusunan materi komunikasi publik terkait pencegahan dan penularan HIV/AIDS. Ke depan, kami juga siap berpartisipasi dalam kegiatan bersama Pemerintah Kota Makassar agar edukasi ini dapat menjangkau lebih banyak generasi muda,” tutur Yanti dengan penuh optimisme.
Sinergi yang terbangun antara Diskominfo Kota Makassar dan PKBI Sulawesi Selatan ini diproyeksikan menjadi katalisator penguatan literasi kesehatan di tingkat akar rumput.
Melalui kampanye publik yang berkesinambungan, inklusif, dan bebas stigma, pemerintah berharap ekosistem kesehatan di Kota Makassar akan semakin tangguh dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman epidemi HIV/AIDS.












