banner 970x250
Nasional

BMKG Pantau Abu Anak Krakatau hingga 7.000 Kaki, Delapan Bandara Beroperasi Lagi

4
×

BMKG Pantau Abu Anak Krakatau hingga 7.000 Kaki, Delapan Bandara Beroperasi Lagi

Sebarkan artikel ini
BMKG Pantau Abu Anak Krakatau hingga 7.000 Kaki, Delapan Bandara Beroperasi Lagi
Foto: Istimewa
Example 468x60

NASIONAL – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berangsur menjauh dari sejumlah kawasan terdampak, sementara operasional penerbangan mulai kembali normal.

Namun, aktivitas vulkanik gunung di Selat Sunda itu belum berhenti dan empat erupsi kembali tercatat hingga siang pada Selasa (08/09/2026).

banner 300x600

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik pada pukul 09.00 WIB berada hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,13 kilometer dan bergerak ke arah selatan-barat daya.

Sebarannya mencakup sebagian wilayah barat laut Banten hingga Samudra Hindia di barat laut Banten.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan material abu bergerak dengan kecepatan sekitar 5-10 knot atau 9,3-18,5 kilometer per jam.

BMKG masih memantau pergerakan abu secara real-time melalui citra satelit dan data meteorologi penerbangan.

Pemeriksaan langsung menggunakan paper test juga terus dilakukan di area bandara untuk memastikan keberadaan material vulkanik.

Hasil pengujian per pukul 06.00 WIB menunjukkan delapan bandara yang diperiksa dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik.

Kondisi itu memungkinkan operasional penerbangan yang sebelumnya terganggu kembali dibuka secara bertahap.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pemeriksaan lapangan digunakan untuk melengkapi data pemantauan atmosfer sebelum keputusan operasional penerbangan diambil.

“Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik,” kata Faisal, dikutip dari keterangan resmi BMKG.

Berdasarkan pembaruan BMKG, Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan mulai pukul 00.30 WIB, disusul Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB dan Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB.

Bandara Budiarto Curug menyusul pukul 01.25 WIB dan Pondok Cabe pukul 01.28 WIB.

Kemudian, Bandara Muhammad Taufik Kiemas kembali beroperasi pukul 09.31 WIB, Radin Inten II pukul 09.45 WIB, dan Salakanagara Tanjung Lesung pukul 09.50 WIB.

Baca juga:  Warga Cirebon Geger Cahaya Terang di Langit, Ternyata Meteor

Kementerian Perhubungan sebelumnya pada dini hari baru mengumumkan pembukaan Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe.

Saat pengumuman itu disampaikan, Radin Inten II dan Muhammad Taufik Kiemas masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik.

Kemenhub juga mencatat Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sempat terdampak telah kembali beroperasi normal sejak Senin (07/09/2026) pukul 09.00 WIB.

Kembalinya aktivitas penerbangan tidak berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau telah berhenti.

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat empat erupsi terjadi dari pagi hingga menjelang siang pada Selasa.

Erupsi tercatat sekitar pukul 05.08 WIB, 05.34 WIB, 07.49 WIB, dan 11.34 WIB.

Masing-masing berlangsung kurang dari 20 detik dan terekam pada seismogram.

Pemprov Lampung menyebut paparan abu pada Selasa telah berkurang secara signifikan.

Pemantauan kualitas udara di Bandar Lampung dan sekitarnya menunjukkan parameter PM10 dan PM2.5 berada dalam kategori sedang.

Status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Badan Geologi sebelumnya mencatat episode erupsi menerus Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (04/09/2026) telah menunjukkan penurunan.

Meski demikian, dinamika aktivitas vulkaniknya masih terus dipantau.

Upaya mengurangi konsentrasi abu di atmosfer juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait menjalankan operasi tersebut sejak Senin (07/09/2026).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan operasi menggunakan dua pesawat Cessna Caravan yang beroperasi dari Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

Baca juga:  Abu Anak Krakatau Meluas, Enam Bandara Ditutup Sementara

Hingga pembaruan BMKG diterbitkan, lima sorti penerbangan telah dilakukan.

Metode yang digunakan meliputi penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl) dan kalsium klorida (CaCl2), serta penyemprotan water mist untuk membantu mengurangi material abu di atmosfer.

BMKG tetap meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi resmi.

Warga yang masih berada di wilayah terdampak abu dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker dan kacamata pelindung apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Di Lampung, pemerintah daerah juga meminta masyarakat tidak mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif dan segera mencari layanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *