banner 970x250
Olahraga

Final Indonesia vs Thailand: Garuda Kejar Sejarah, Gajah Perang Bawa Rekor Superior

14
×

Final Indonesia vs Thailand: Garuda Kejar Sejarah, Gajah Perang Bawa Rekor Superior

Sebarkan artikel ini
Final Indonesia vs Thailand: Garuda Kejar Sejarah, Gajah Perang Bawa Rekor Superior
Foto: Pemain Tim Nasional Indonesia. (Dok. PSSI)
Example 468x60

OLAHRAGA – Timnas Indonesia tinggal satu pertandingan lagi dari kesempatan mengakhiri penantian gelar tim senior selama 35 tahun.

Namun, penghalang terakhir Garuda adalah Thailand, rival yang berkali-kali menggagalkan Indonesia ketika kedua negara bertemu di pertandingan final.

banner 300x600

Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (05/10/2026).

Pertandingan dimulai pukul 20.00 WIB atau 21.00 WITA.

Atmosfer panas dipastikan mengiringi pertandingan.

Sebanyak 67.000 tiket telah habis terjual sehingga SUGBK akan dipenuhi pendukung tuan rumah.

Informasi tersebut dikonfirmasi panitia penyelenggara melalui keterangan resmi PSSI.

Final kali ini juga memiliki nilai sejarah tersendiri.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen tersebut dan Indonesia bersama Thailand menjadi dua negara pertama yang mencapai partai perebutan gelar Divisi 1.

Perjalanan Indonesia menuju final berlangsung dramatis.

Tim asuhan John Herdman mengawali Grup A dengan mengalahkan Singapura 2-0, kemudian bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia.

Nasib Garuda baru ditentukan pada laga terakhir ketika menghadapi Bangladesh di SUGBK, Kamis (01/10/2026).

Indonesia harus mengejar produktivitas gol Malaysia yang pada pertandingan lain menghajar Singapura 6-0.

Garuda kemudian menang 9-2 atas Bangladesh.

Tiga gol di pengujung pertandingan menjadi penentu Indonesia mengambil posisi pertama Grup A.

Mitchell Baker tampil sebagai tokoh utama dengan mencetak lima gol masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Empat gol lainnya dicetak Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

Indonesia akhirnya mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan dengan 11 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Jumlah poin dan selisih gol Indonesia sebenarnya sama dengan Malaysia.

Garuda lolos karena unggul produktivitas gol, yakni 11 berbanding sembilan.

Thailand menjalani jalan berbeda menuju final.

Tim berjuluk Changsuek itu langsung menunjukkan kekuatan dengan mengalahkan Pakistan 4-0, kemudian menundukkan Vietnam 2-0.

Baca juga:  Menanti Tarian Terakhir Sang Mega Bintang Cristiano Ronaldo Bersama Timnas Portugal

Dua kemenangan tersebut membuat Thailand memastikan tiket final bahkan sebelum menjalani pertandingan terakhir Grup B.

Pada laga pamungkas, Thailand menelan kekalahan 1-2 dari Filipina.

Namun, hasil tersebut tidak menggoyahkan posisi mereka sebagai juara grup dengan enam poin.

Pelatih Anthony Hudson melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain Thailand ketika menghadapi Filipina sehingga mayoritas pemain utama mendapat kesempatan beristirahat menjelang final.

FIFA menilai pengalaman Sarach Yooyen akan menjadi salah satu kekuatan penting Thailand, sementara Calvin Verdonk disebut sebagai salah satu pemain kunci Indonesia karena kontribusinya saat bertahan maupun membantu serangan.

John Herdman menyebut pertandingan melawan Thailand sebagai kesempatan besar bagi skuadnya.

“Kami sangat antusias. Besok, tim akan memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk memberikan segalanya bagi negara,” kata Herdman dalam jumpa pers prapertandingan, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Herdman juga memahami Indonesia mempunyai sejarah yang tidak mudah ketika berhadapan dengan Thailand.

Namun, pelatih asal Inggris itu memilih melihat kualitas skuad yang dimilikinya saat ini daripada terpaku pada catatan pertandingan masa lalu.

Di kubu lawan, Anthony Hudson memperkirakan final berlangsung ketat dengan dukungan besar suporter Indonesia.

“Saya pikir kita bisa mengharapkan pertandingan yang sangat, sangat menarik dan menghibur,” kata Hudson dalam jumpa pers prapertandingan, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Pertemuan kedua pelatih turut menghadirkan cerita menarik.

Herdman dan Hudson sama-sama memiliki pengalaman panjang di sepak bola kawasan Amerika Utara.

Herdman pernah menangani Kanada, sementara Hudson pernah menjadi bagian dari tim nasional Amerika Serikat.

Pertemuan Indonesia dan Thailand bukan cerita baru di sepak bola Asia Tenggara.

Khusus pada turnamen regional Piala Tiger yang kemudian berganti nama menjadi Piala AFF, kedua negara telah empat kali bertemu di final sebelum laga malam ini.

Hasilnya selalu berakhir dengan Thailand sebagai juara.

Pertemuan pertama terjadi pada Piala Tiger 2000.

Baca juga:  Diikuti 527 Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Sidrap Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dimulai

Thailand mengalahkan Indonesia 4-1 pada pertandingan final di Bangkok.

Dua tahun kemudian, kedua negara kembali bertemu pada final Piala Tiger 2002.

Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, pertandingan berakhir 2-2 hingga perpanjangan waktu.

Thailand kemudian menang 4-2 melalui adu penalti.

Indonesia kembali mendapatkan kesempatan pada 2016.

Garuda bahkan sempat berada di posisi menguntungkan setelah memenangkan final leg pertama 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor.

Rizky Pora dan Hansamu Yama membawa Indonesia membalikkan keadaan setelah Thailand lebih dahulu unggul melalui Teerasil Dangda.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan pada pertandingan kedua.

Thailand menang 2-0 di Stadion Rajamangala, Bangkok, lewat dua gol Siroch Chatthong dan menjadi juara dengan agregat 3-2.

Pertemuan berikutnya terjadi pada final Piala AFF 2020 yang karena pandemi dimainkan pada akhir 2021 hingga awal 2022.

Indonesia kalah 0-4 pada pertandingan pertama, kemudian bermain imbang 2-2 pada leg kedua.

Thailand menjadi juara dengan agregat 6-2.

Dengan demikian, empat final Piala AFF/Tiger Indonesia melawan Thailand menghasilkan empat gelar untuk Gajah Perang.

Catatan pertandingan terbaru juga menunjukkan Thailand menjadi lawan yang sulit bagi Indonesia.

Dalam 10 pertemuan terakhir sejak 2010, Indonesia membukukan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan.

Kemenangan terakhir Garuda terjadi pada final leg pertama Piala AFF 2016 dengan skor 2-1.

Setelah pertandingan tersebut, Indonesia belum kembali mengalahkan Thailand di level tim nasional senior.

Pertemuan terakhir sebelum final malam ini berlangsung pada fase grup Piala AFF 2022, tepatnya Kamis (29/12/2022).

Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1 di Gelora Bung Karno.

Namun, angka head-to-head keseluruhan Indonesia dan Thailand berbeda pada sejumlah basis data karena terdapat perbedaan dalam penghitungan laga persahabatan, turnamen lama, serta pertandingan yang berakhir melalui adu penalti.

Karena itu, catatan yang paling konsisten untuk menggambarkan rivalitas kedua negara adalah empat pertemuan di final Piala AFF/Tiger, yang seluruhnya dimenangkan Thailand.

Baca juga:  Cetak Sejarah! Skuad Garuda Libas Oman 3-0 dan Patahkan Kutukan 38 Tahun

Di tengah dominasi Thailand pada final Piala AFF, Indonesia mempunyai satu kenangan penting.

Pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina, Indonesia juga bertemu Thailand dalam pertandingan perebutan medali emas.

Kedua tim bermain imbang 0-0 hingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Indonesia menang 4-3 dan merebut medali emas.

Saat itu cabang sepak bola SEA Games masih dimainkan oleh tim nasional senior.

Pembatasan usia baru diberlakukan kemudian.

Gelar di Manila itulah yang sampai sekarang menjadi gelar turnamen terakhir yang diraih Timnas Indonesia senior.

Artinya, sudah 35 tahun Indonesia menunggu untuk kembali menjadi juara bersama tim utama.

Indonesia memang memenangkan medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, tetapi kompetisi tersebut menggunakan kategori kelompok umur sehingga tidak dihitung sebagai gelar tim nasional senior.

Menariknya, lawan yang harus dilewati Indonesia untuk mengakhiri penantian 35 tahun itu kembali sama: Thailand.

Indonesia menang atas Thailand dalam final 1991.

Setelah itu, Thailand membalas pada final SEA Games 1997 dengan kemenangan melalui adu penalti dan kemudian empat kali menggagalkan Indonesia di final Piala AFF.

Final Senin malam kini menawarkan dua kemungkinan sejarah.

Thailand memiliki kesempatan kembali memperpanjang dominasinya atas Indonesia dalam pertandingan final regional.

Sementara bagi Indonesia, kemenangan akan memberikan gelar pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup sekaligus mengakhiri penantian trofi tim nasional senior yang berlangsung sejak 1991.

Garuda mempunyai keuntungan bermain di kandang dengan 67.000 penonton memenuhi SUGBK.

Indonesia juga memasuki pertandingan tanpa terkalahkan sepanjang fase grup dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Thailand datang dengan pengalaman dan sejarah pertemuan yang lebih berpihak kepada mereka, meski menutup fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Filipina.

Jawabannya akan ditentukan selama 90 menit di Gelora Bung Karno malam ini.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *