banner 970x250
Kesehatan

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Appi Pastikan Pelayanan Medis Tetap Optimal

15
×

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Appi Pastikan Pelayanan Medis Tetap Optimal

Sebarkan artikel ini
Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Appi Pastikan Pelayanan Medis Tetap Optimal
Example 468x60

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, turun langsung memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Munafri mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, Jumat (16/10/2026).

banner 300x600

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pelayanan pasien sekaligus memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas perawatan, dan ketersediaan obat-obatan dalam mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.

Appi menegaskan, kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir harus direspons secara serius, terutama untuk memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Yang ingin kita pastikan adalah bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan merespons masyarakat yang terdampak asap dan kondisi cuaca yang kurang baik ini,” ujar Appi.

Dalam kunjungannya, Appi meninjau sejumlah ruang perawatan, berinteraksi dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Menurutnya, rumah sakit dan puskesmas harus meningkatkan kesiapsiagaan agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, dapat segera memperoleh penanganan medis.

Karena itu, Appi meminta jajaran Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, serta seluruh puskesmas di Makassar memperkuat pemantauan dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

“Kita harus lebih antisipatif dan responsif terhadap hal-hal seperti ini. Saya juga melihat langsung beberapa puskesmas di Kota Makassar untuk memastikan apakah ada peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan awal di RSUD Daya, Munafri menyebut belum terlihat peningkatan signifikan jumlah pasien ISPA yang menjalani perawatan.

Baca juga:  Kota Makassar Catat IPM Tertinggi dan Kemiskinan Terendah di Sulsel

Bahkan, sejumlah pasien yang mengalami gangguan pernapasan dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Dari enam pasien anak yang ditemuinya, sekitar dua pasien disebut mengalami ISPA, sementara pasien lainnya menjalani perawatan akibat penyakit berbeda.

“Tidak banyak peningkatannya, bahkan mungkin sudah mulai berkurang,” tuturnya.

Menurut Appi, pasien anak yang mengalami gangguan pernapasan juga telah mendapatkan penanganan medis dan menunjukkan perbaikan kondisi.

“Menurut dokter, kondisinya juga sudah membaik dan tidak sesak lagi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat tenaga kesehatan maupun masyarakat lengah.

Pemantauan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya keluhan gangguan pernapasan apabila kualitas udara kembali memburuk.

Selain memastikan kesiapan layanan kesehatan, Pemkot Makassar juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak sekolah.

Namun, Appi menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum diputuskan karena pemerintah masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan hasil pemantauan kualitas udara dari instansi berwenang.

“Apakah kita akan melakukan pembelajaran dari rumah, itu masih kita tunggu berdasarkan kondisi cuaca. Sampai saat ini, menurut laporan yang kami terima, kondisinya masih dalam batas toleransi,” ungkapnya.

Sambil menunggu hasil evaluasi, Appi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus bepergian.

“Yang paling penting, kita semua harus lebih waspada dan menjaga diri. Salah satunya dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu,” imbaunya.

Appi memastikan pemerintah kota akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Baca juga:  Kemensos dan Pemkot Palopo Gelar Operasi Katarak Gratis di RSUD Sawerigading

“Kita akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan rumah sakit dan puskesmas siap memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan optimal bagi warga yang membutuhkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Daya Makassar, Andi Any Muliany, mengungkapkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peningkatan tersebut juga terlihat dari penggunaan sejumlah obat untuk menangani keluhan batuk, demam, dan alergi.

“Kami mencatat kenaikan penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, seperti obat batuk, demam, dan alergi,” katanya.

Menurut Any, penggunaan obat-obatan tersebut tercatat meningkat sekitar 80 persen pada periode September hingga Oktober.

Meski terdapat peningkatan kunjungan dan penggunaan obat, pihak rumah sakit memastikan belum ditemukan pasien dengan kondisi berat berdasarkan pemantauan yang disampaikan.

Pasien yang mengalami keluhan batuk maupun sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif setelah memperoleh penanganan medis.

“Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik,” jelasnya.

Any menambahkan, enam pasien anak yang masih menjalani perawatan di RSUD Daya pada Jumat (16/10/2026) juga dilaporkan menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan.

Terkait penyebab gangguan pernapasan, ia menyebut pemeriksaan terhadap pasien menunjukkan indikasi infeksi virus. Namun, penyebab spesifik keluhan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan kabut asap.

Karena itu, peningkatan keluhan gangguan pernapasan masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, manajemen RSUD Daya memastikan fasilitas rumah sakit masih mampu menangani pasien yang membutuhkan perawatan.

Baca juga:  Bertepatan dengan Ramadan, Munafri Arifuddin Buka Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026

Any mengatakan, ketersediaan tempat tidur dan persediaan obat-obatan hingga saat ini masih mencukupi.

“Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi perhatian utama rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.

Manajemen RSUD Daya juga akan terus mengevaluasi jumlah kunjungan pasien, kebutuhan obat-obatan, serta kapasitas ruang perawatan agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Kami akan terus memantau perkembangan jumlah kunjungan dan kondisi pasien, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya,” pungkasnya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *