banner 970x250
Daerah

Antusiasme Masyarakat Meningkat, Sekolah Budaya I Lagaligo Catat Jumlah Siswa Terbanyak

×

Antusiasme Masyarakat Meningkat, Sekolah Budaya I Lagaligo Catat Jumlah Siswa Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU UTARA – Antusiasme pelestarian tradisi lokal di Kabupaten Luwu Utara menunjukkan tren yang sangat positif.

Hal tersebut terlihat nyata saat Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara secara resmi memulai proses pembelajaran untuk angkatan ketujuh pada Senin (30/03/2026).

banner 300x600

Tingginya minat masyarakat dalam menjaga warisan adat ini dibuktikan dengan melonjaknya jumlah pendaftar yang menembus angka 73 orang, sebuah rekor partisipasi tertinggi semenjak institusi pelestari budaya ini didirikan enam tahun silam.

Momentum peresmian angkatan baru ini menjadi titik krusial dalam misi menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Luwu di tengah pusaran modernisasi.

Sekolah Budaya I Lagaligo konsisten mempertahankan perannya sebagai wadah pembinaan strategis bagi generasi muda agar semakin mendalami, mencintai, dan memproteksi peninggalan leluhur mereka.

Hadir mewakili Datu Luwu Andi Maradang Mackulau, Dewan Adat 12 Opu Maddika Dua, Andi Syafiuddin Kadiaraja, menyampaikan pandangannya.

Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan budaya ini merupakan manifestasi nyata untuk mengasah bakat generasi penerus, utamanya dalam bidang seni teater tradisional yang dinilai sangat krusial dalam pembentukan karakter.

“Budaya Luwu adalah ruh kita. Kami mendukung penuh dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam program Sekolah Budaya Luwu sebagai fondasi identitas wilayah,” ungkap Andi Syafiuddin Kadiaraja memberikan dukungannya.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara, Dullah, memandang lonjakan jumlah peserta didik ini sebagai angin segar bagi masa depan kelestarian adat Luwu.

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang belajar, sehingga budaya Luwu tetap lestari dan tidak punah ditelan zaman,” tutur Dullah.

Dari pihak eksekutif, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Baharuddin, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, menggarisbawahi bahwa daerahnya merupakan entitas sejarah yang tak terpisahkan dari akar Kerajaan Luwu.

Baca juga:  Menteri Agama Prof. Nazaruddin Umar Terima Gelar Adat Kedatuan Luwu

Pemerintah daerah berkomitmen kuat mengukuhkan identitas kultural tersebut dengan mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sekaligus memfokuskan peningkatan kualitas SDM di ranah pendidikan maupun kebudayaan.

Sebagai wujud dukungan yang lebih nyata, Pemkab Luwu Utara memproyeksikan alokasi dana dari APBD tahun 2026 senilai Rp1 miliar yang dikhususkan untuk proyek pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam rencana pembangunan ini,” kata Baharuddin.

Respons positif juga mengalir dari Opu Makkole Baebunta, Andi Sarifah Muhaemina Opu Daengna Putri.

Tokoh adat ini menilai langkah Sekolah Budaya I Lagaligo sebagai bentuk investasi jangka panjang yang amat bernilai demi membumikan kembali eksistensi budaya Luwu.

Melalui tingginya partisipasi masyarakat, sekolah budaya ini diharapkan terus memantapkan posisinya sebagai garda terdepan dalam melahirkan generasi yang tidak sekadar berpengetahuan luas, tetapi juga berakar teguh pada kearifan nilai lokal.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *