banner 970x250
Daerah

BMKG Prediksi El Nino Melanda Paruh Kedua 2026, BPBD Palopo Minta Masyarakat Waspada

×

BMKG Prediksi El Nino Melanda Paruh Kedua 2026, BPBD Palopo Minta Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALOPO – Pemerintah Kota Palopo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis imbauan resmi kepada masyarakat terkait maraknya pemberitaan mengenai fenomena cuaca yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla”.

Pihak BPBD meminta warga agar menyikapi informasi tersebut dengan bijak dan tetap tenang pada Senin (13/04/2026), sehingga tidak memicu kekhawatiran yang berlebihan di tengah lingkungan masyarakat.

banner 300x600

​Berdasarkan data prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tahun 2026, probabilitas terjadinya El Nino menyentuh angka 50 hingga 60 persen.

Fenomena iklim ini diperkirakan akan mulai melanda pada semester kedua, tepatnya sejak bulan Juli hingga penghujung tahun.

Meskipun demikian, BMKG memproyeksikan bahwa Indonesia hanya akan mengalami El Nino dalam kategori lemah hingga moderat, sehingga warga diharapkan untuk tidak panik namun tetap mengedepankan kewaspadaan.

​Secara khusus, wilayah Kota Palopo saat ini tengah memasuki masa pancaroba atau masa peralihan musim.

Fase transisi ini umumnya ditandai dengan pola cuaca yang cukup fluktuatif. Suhu udara biasanya akan terasa sangat panas dan terik sejak pagi hingga siang hari, kemudian disusul dengan potensi turunnya hujan berintensitas bervariasi menjelang sore hingga malam harinya.

​Adapun puncak dari fenomena El Nino tersebut diprediksi akan berlangsung pada rentang bulan Agustus hingga September mendatang.

Periode kritis ini bertepatan langsung dengan datangnya puncak musim kemarau di wilayah Sulawesi Selatan, tak terkecuali Kota Palopo.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak yang cukup signifikan, di antaranya:

– ​Penurunan tingkat curah hujan secara drastis.

– ​Suhu udara yang terasa jauh lebih panas dari kondisi normal.

– ​Peningkatan risiko bencana kekeringan dan kebakaran.

​Guna menekan risiko dari potensi dampak “El Nino Godzilla” tersebut, BPBD Kota Palopo menekankan pentingnya penerapan langkah mitigasi sejak dini oleh seluruh elemen, baik pemerintah daerah maupun masyarakat luas.

Baca juga:  Warga Cirebon Geger Cahaya Terang di Langit, Ternyata Meteor

Beberapa upaya kesiapsiagaan yang diinstruksikan untuk segera diterapkan meliputi:

​1. Menghemat penggunaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

​2. Mengantisipasi potensi ancaman kekeringan sejak awal datangnya musim kemarau.

​3. Menghindari pembakaran tumpukan sampah, lahan, atau dedaunan kering.

4. ​Tidak membuang sisa puntung rokok sembarangan yang dapat memicu percikan api.

​5. Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di lingkungan sekitar tempat tinggal.

​Melalui imbauan ini, BPBD Kota Palopo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa bersinergi dan berperan aktif.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan secara kolektif dinilai sangat krusial dalam menghadapi segala kemungkinan dampak iklim El Nino, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya bencana di seluruh wilayah Kota Palopo.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *