banner 970x250
Hukrim

Disita Tentara Thailand, Markas Judi Online dan Scam Ini Ternyata Sangat Canggih

×

Disita Tentara Thailand, Markas Judi Online dan Scam Ini Ternyata Sangat Canggih

Sebarkan artikel ini
Aparat menemukan set tiruan yang menyerupai kantor kepolisian dan seragam aparat di markas online scam Kamboja dari sedikitnya tujuh negara, termasuk Indonesia. (Foto: Dokumentasi Associated Press)
Example 468x60

HUKRIM – Misteri di balik operasi kejahatan siber lintas negara perlahan terungkap di kawasan O’Smach, sebuah wilayah yang terletak tepat di garis perbatasan antara Kamboja dan Thailand.

Pasca-bentrokan bersenjata yang meletus pada Desember 2025, sebuah kompleks bangunan enam lantai yang kini dikuasai oleh militer Thailand ditemukan menyimpan bukti-bukti mencengangkan terkait aktivitas sindikat penipuan daring (online scam).

banner 300x600

Fakta ini terungkap ketika militer Thailand membuka akses bagi jurnalis dan pengamat internasional untuk meninjau lokasi tersebut pada Senin (2/2/2026).

Bangunan yang sebagian dindingnya rusak akibat hantam artileri ini ternyata merupakan bekas pusat komando operasi penipuan yang sangat canggih.

Di dalam gedung yang kini sunyi itu, para petugas menemukan berbagai properti yang dirancang khusus untuk meyakinkan calon korban.

Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah adanya ruangan-ruangan yang disulap menjadi studio syuting.

Studio ini didekorasi menyerupai kantor kepolisian lengkap dengan lambang dan seragam aparat penegak hukum dari tujuh negara berbeda, termasuk seragam polisi dari Indonesia, China, Australia, India, Vietnam, Singapura, dan Brasil.

Letjen Teeranan Nandhakwang, selaku Direktur Unit Intelijen Angkatan Darat Thailand, mengungkapkan kekagumannya terhadap tingkat persiapan sindikat ini.

Menurutnya, kelompok ini bekerja dengan sistem yang sangat rapi.

“Mereka terorganisir dengan sangat baik. Infrastruktur dan sistem yang mereka miliki sangat bagus, lengkap dengan alur kerja serta beragam taktik dan teknik untuk menjerat korban,” ungkap Teeranan sebagaimana dikutip media pada Hari Rabu (4/2/2026).

Bukti profesionalisme sindikat jahat ini terlihat dari fasilitas yang ditinggalkan.

Terdapat puluhan bilik kerja yang dilapisi busa peredam suara (soundproof) untuk menjamin kualitas audio saat pelaku menghubungi korban.

Selain itu, ditemukan pula tumpukan dokumen berisi naskah skenario penipuan (script) dalam berbagai bahasa, daftar nomor kontak target, hingga satu ruangan khusus yang didesain persis seperti kantor cabang bank Vietnam, lengkap dengan meja layanan pelanggan.

Baca juga:  Komisi III DPR RI Sayangkan Langkah Hukum Terhadap Pandji, Sebut Kritik Hal Lumrah

Kompleks ini diduga ditinggalkan secara terburu-buru oleh para penghuninya saat konflik militer memanas.

Barang-barang pribadi, monitor komputer, hingga rak penyimpanan hard drive yang sudah kosong berserakan di lantai, menjadi saksi bisu aktivitas ilegal yang pernah terjadi di sana.

Berdasarkan analisis para ahli, operasi semacam ini diperkirakan telah merugikan korban global hingga miliaran dolar Amerika.

Modus utamanya adalah video call di mana pelaku mengenakan seragam aparat dan berada di seting kantor polisi palsu untuk mengintimidasi korban dengan ancaman kasus hukum.

Di balik megahnya operasi ini, tersimpan pula kisah kelam mengenai ribuan pekerja yang seringkali merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja dalam kondisi perbudakan modern.

Saat ini, wilayah kompleks tersebut berada di bawah pengawasan ketat pasukan Thailand sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan lalu, setelah sebelumnya sempat digunakan sebagai basis pertahanan oleh pasukan Kamboja.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *