banner 970x250
Nasional

Gaspol! Bapanas Kebut Distribusi 10 Ribu Ton Beras dan Minyak Goreng untuk Korban Bencana Aceh

×

Gaspol! Bapanas Kebut Distribusi 10 Ribu Ton Beras dan Minyak Goreng untuk Korban Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Foto: Bapanas
Example 468x60

NASIONAL – Penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh menjadi prioritas utama Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Institusi pangan tersebut kini tengah memacu akselerasi distribusi bantuan logistik ke berbagai titik terdampak guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tanpa jeda.

banner 300x600

Hingga Kamis (15/01/2026), Bapanas melaporkan telah menggelontorkan kurang lebih 10 ribu ton beras ke wilayah Aceh.

Angka ini diperkuat dengan kesiapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) khusus penanganan bencana yang disiagakan mencapai 17 ribu ton.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat meninjau lokasi di Bireuen, menegaskan bahwa percepatan ini krusial.

Ia tidak ingin birokrasi menghambat sampainya bantuan ke tangan warga yang membutuhkan.

“Untuk wilayah Aceh, realisasi penyaluran sudah sangat progresif, mendekati angka 90 persen. Kami terus mendorong agar sisa alokasi segera dituntaskan. Jangan menunggu sampai batas akhir waktu (deadline),” tegas Andriko, seperti dikutip dari Liputan6.

Andriko menyoroti Kabupaten Bireuen yang saat ini progres penyalurannya baru menyentuh angka 68 persen.

Ia memberikan target ketat agar distribusi di wilayah tersebut harus rampung total dalam kurun waktu empat hingga lima hari ke depan.

Percepatan penyelesaian alokasi periode Oktober–November ini menjadi syarat mutlak agar penyaluran tahap berikutnya bisa segera digulirkan.

“Prinsip kerjanya adalah estafet. Begitu alokasi Oktober–November beres, periode selanjutnya langsung kita mulai. Tidak perlu menunggu akhir Januari,” jelasnya.

Dalam skema bantuan darurat ini, setiap Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan paket substansial berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Bantuan ini diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi bagi warga berpendapatan rendah yang terdampak bencana.

Di tempat terpisah, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengeluarkan instruksi tegas terkait manajemen krisis pangan.

Baca juga:  Siap-siap, 55 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis Mulai 8 Januari 2026

Ia menekankan bahwa dalam situasi darurat bencana, kecepatan adalah kunci.

“Begitu ada permintaan bantuan dari daerah, langsung kami respons. Tidak boleh ada kata menunggu. Stok harus dikirim saat itu juga karena masyarakat membutuhkan makan hari ini, bukan besok,” tegas Amran.

Untuk memperkuat rantai pasok, Bapanas juga menggandeng Kementerian Pertanian dan lembaga terkait lainnya.

Sinergi ini bertujuan memastikan tidak ada kekosongan logistik di masa pemulihan pascabencana.

Sebagai informasi, kinerja penyaluran bantuan pangan Bapanas secara nasional untuk alokasi Oktober-November 2025 menunjukkan tren positif.

Per tanggal 14 Januari 2026, bantuan telah menjangkau 17.781.694 PBP atau setara dengan 97,29 persen dari total pagu target 18.277.083 penerima.

Secara volume, jumlah logistik yang telah terdistribusi ke seluruh penjuru Indonesia mencapai 355.633 ton beras dan lebih dari 71 juta liter minyak goreng.

Example 300x600
Example 120x600
Example 300x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *