LUWU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu mulai mematangkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dengan menitikberatkan pada optimalisasi penagihan pajak pasca Idulfitri.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat briefing yang dipimpin Sekretaris Bapenda Luwu, Zulfikar, S.STP., MH, mewakili Kepala Bapenda H. Sofyan Thamrin yang tengah melaksanakan tugas luar daerah, Senin (30/3/2026).
Rapat berlangsung di ruang rapat Bapenda Luwu dan dihadiri seluruh kepala bidang (Kabid), kepala seksi, serta staf lingkup Bapenda.
Dalam arahannya, Zulfikar menegaskan empat fokus utama yang menjadi prioritas kerja Bapenda tahun anggaran 2026, yakni pencapaian target pajak daerah, optimalisasi penagihan pajak pasca Lebaran.
Selain itu, Bapenda akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta rekonsiliasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025, serta evaluasi kinerja masing-masing bidang.
Menurutnya, target pajak daerah menjadi fondasi utama dalam menopang PAD yang akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan di Kabupaten Luwu.
“Seluruh jajaran harus memahami target yang telah ditetapkan dan bekerja secara maksimal untuk mencapainya. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Zulfikar.
Ia juga menyoroti momentum pasca Idulfitri sebagai waktu yang tepat untuk mengoptimalkan penagihan pajak, seiring dengan kembali normalnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Setelah Lebaran, aktivitas ekonomi biasanya meningkat. Ini harus kita manfaatkan untuk mendorong optimalisasi penagihan pajak secara maksimal,” ujarnya.
Selain itu, Bapenda juga akan melakukan monitoring dan evaluasi serta rekonsiliasi data PBB tahun 2025 guna memastikan kesesuaian antara data administrasi dan realisasi penerimaan di lapangan.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga akurasi data sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah.
Di sisi internal, evaluasi kinerja setiap bidang juga menjadi perhatian guna mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.
“Empat poin ini menjadi fokus utama kita dalam mengawal target pendapatan daerah tahun 2026. Dibutuhkan kerja sama, kedisiplinan, serta inovasi dari seluruh jajaran agar potensi pajak dapat tergali secara optimal,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Bapenda Luwu optimistis mampu meningkatkan kontribusi PAD secara signifikan guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.













