LUWU – Kepolisian Resor (Polres) Luwu menyatakan kesiapan penuh mengawal dan mengamankan rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada Kamis, 23 Januari 2026.
Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum bersejarah, yakni Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.
Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, menegaskan bahwa aparat kepolisian telah menyiapkan langkah pengamanan terpadu di sejumlah titik strategis.
“Kami siap mengawal dan mengamankan pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di muka umum pada 23 Januari,” ujar AKBP Adnan Pandibu, Kamis (22/1/2026).
“Prinsip kami jelas, menjamin hak demokrasi masyarakat sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat,” sambungnya
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, aksi tersebut merupakan gabungan massa mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat, yang menyuarakan tuntutan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah serta pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya.
Aksi direncanakan berlangsung di sembilan titik, masing-masing enam titik di Kota Palopo dan tiga titik di wilayah Kabupaten Luwu, dengan estimasi massa cukup besar.
Kapolres Luwu menekankan bahwa pengamanan akan dilakukan secara humanis, persuasif, dan profesional, dengan mengedepankan pendekatan dialogis serta menghindari tindakan represif.
“Kami mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan tidak anarkis. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mencederai tujuan aksi,” tegasnya.
AKBP Adnan juga mengingatkan bahwa tanggal 23 Januari memiliki nilai sejarah dan emosional yang tinggi bagi masyarakat Tana Luwu.
Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan jati diri Luwu.
“Ini hari bersejarah bagi Tana Luwu. Mari kita jaga bersama marwah dan kehormatan daerah dengan tetap menjunjung tinggi hukum, etika, serta persatuan,” tambahnya.
Polres Luwu juga mengeluarkan imbauan kamtibmas kepada masyarakat umum agar tidak terpengaruh isu provokatif, menghindari titik-titik aksi jika tidak berkepentingan, serta tetap mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat
untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kapolres.
Polres Luwu memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 1403/Palopo Letkol Infanteri Windra Sukma Prihantoro menyampaikan bahwa pihak TNI tidak melakukan persiapan khusus.
Namun ia memastikan tetap menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Kami tidak ada persiapan khusus, hanya langkah-langkah antisipatif saja,” ujarnya, Kamis malam tadi.
“Harapannya semua berjalan dengan lancar, karena empat kepala daerah berkumpul. Pasti ada arahan-arahan khusus kepada masyarakatnya untuk tidak mencoreng hari sakral ini,” lanjut Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro.
















