PALOPO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Tribun Lapangan Pancasila.
Kegiatan strategis ini diselenggarakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri pada Rabu (11/03/2026).
Program intervensi pasar ini merupakan inisiatif langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia.
Pelaksanaannya pun digelar secara serentak di 32 provinsi yang tersebar di seluruh Nusantara.
Kegiatan pembukaan Gerakan Pangan Murah tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Palopo, Naili Trisal, beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad.
Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan dari Perum Bulog Palopo.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palopo, Naili Trisal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi warganya. Ia berharap program ini mampu memberikan dampak langsung yang positif bagi daya beli masyarakat.
“Kami berharap melalui Gerakan Pangan Murah ini, beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri dapat teringankan. Pemerintah Kota Palopo akan terus memantau dan memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasaran tetap aman dengan harga yang terjangkau,” ungkap Naili Trisal.
Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad, juga turun langsung untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di wilayahnya memadai.
Ia menjamin harga yang ditawarkan dalam kegiatan GPM ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga normal di pasaran, sehingga sangat membantu ekonomi keluarga.
Sejak acara resmi dibuka, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dalam memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok bersubsidi ini.
Melalui langkah konkret ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalani ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang dan khusyuk, tanpa perlu lagi mengkhawatirkan adanya lonjakan harga pangan menjelang hari raya.
















