LUWU – Kopi lokal Luwu kembali unjuk kualitas. Kopi Wanua, salah satu brand kopi lokal asal Belopa, kini mulai menjadi primadona pecinta kopi, bahkan telah berhasil menembus pasar nasional
Owner Kopi Wanua,, Buhari Akib, mengatakan bahwa kopi yang dipasarkan merupakan kopi asli Luwu yang dipetik langsung dari kebun sendiri dan kebun masyarakat Latimojong.
“Kopi Arabika yang kami produksi tumbuh di ketinggian 1.500 meter di Latimojong, sementara robusta berasal dari Seko. Semua diolah dengan tangan sendiri dan kami pastikan kualitasnya terjaga,” ujar Buhari saat ditemui baru-baru ini.
Menurutnya, dalam satu musim panen sekitar tiga bulan, Kopi Wanua mampu menghasilkan dua ton kopi. Namun tingginya minat pasar membuat mereka masih kewalahan memenuhi permintaan.
“Pesanan terus bertambah. Beberapa warkop di Kota Palopo sudah menjadi pelanggan. Penjualan online juga berjalan dan alhamdulillah sudah tembus pasar luar Sulawesi,” tambahnya.
Yang menarik, Kopi Wanua bukan sekadar menjadi bagian dari jaringan distribusi rantai panjang. Buhari menegaskan bahwa produk mereka merupakan tangan pertama, bukan hasil membeli dari pengepul.
“Kami bukan tangan kedua, ini langsung produksi dari petani. Jadi kopi masih fresh, kualitas terjaga, dan harga tetap terjangkau,” jelasnya.
Buhari berharap Kopi Wanua dapat menjadi ikon kopi daerah, sekaligus mendorong petani lokal agar tetap menjaga kualitas dan memperluas lahan produktif kopi Latimojong.
“Kami ingin kopi Luwu dikenal luas. Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita kelola serius,” tutupnya.
Dengan cita rasa khas pegunungan Latimojong dan proses produksi yang masih mempertahankan sentuhan tangan, Kopi Wanua kini menjadi salah satu bukti bahwa kopi lokal Luwu mampu bersaing bahkan mendunia.

















