LUWU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Kabupaten Luwu resmi dibuka di Kecamatan Ponrang, Rabu (11/2/2026).
Perhelatan dua tahunan ini mencatatkan sejarah sebagai MTQ teramai dalam 20 tahun terakhir, dengan 525 peserta dari 22 kecamatan dan hampir 30 ribu penggembira memadati arena kegiatan.
Bupati Luwu, H. Patahudding, dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar agenda rutin atau seremoni keagamaan, tetapi menjadi barometer keberhasilan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kegiatan MTQ ini tidak hanya sekadar bermakna sebagai peneguhan syiar Islam saja, tetapi lebih jauh diharapkan menjadi barometer untuk mengukur hasil atau outcome dari kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang berlangsung di masyarakat Kabupaten Luwu,” tegas Patahudding.
Ia juga menekankan bahwa semangat MTQ sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan kehidupan harmonis antar pemeluk agama.
Tema MTQ XXXIV tahun ini, “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berkeadaban, Moderat, Menuju Luwu yang Unggul dan Berkarakter”, dinilai relevan dengan tantangan sosial saat ini.
“Hubungan silaturahmi sesama umat beragama dan antar umat beragama harus terus terjalin dan tetap dipertahankan seperti yang sudah terbina selama ini. Hargai, hormati dan ciptakan rasa aman, nyaman dan damai di setiap masyarakat yang ada di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Bupati juga memberi pesan khusus kepada para peserta agar menjadikan MTQ sebagai ajang aktualisasi nilai-nilai Islam yang damai. Ia meminta para pemenang mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros pada April 2026 mendatang.
“Bagi peserta yang terpilih menjadi pemenang, siapkan diri Anda untuk menghadapi MTQ tingkat provinsi nantinya. Bagi yang belum meraih prestasi, jadikan pengalaman ini sebagai cambuk untuk lebih giat berlatih dan belajar,” pesannya.
MTQ XXXIV ini berlangsung selama enam hari, 11–16 Februari 2026. Sebanyak 24 cabang lomba dipertandingkan dengan total 48 golongan putra-putri. Dewan hakim berjumlah 37 orang yang telah dilantik langsung oleh Bupati Luwu.
Selain menjadi ajang syiar dan dakwah, MTQ juga disebut sebagai ruang pembinaan qori, qoriah, hafiz, hafizah, murattal dan cabang lainnya untuk mengharumkan nama Luwu di tingkat provinsi.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXIV Kabupaten Luwu, Ahyar Amir, melaporkan bahwa dasar pelaksanaan MTQ tahun ini adalah sebagai sarana syiar Islam sekaligus upaya membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“MTQ ini menjadi arena penjaringan para qori, qoriah, hafiz, hafizah, murattal dan jawara di masing-masing cabang untuk mewakili Kabupaten Luwu pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros,” jelas Ahyar.
Ia menyebutkan, MTQ XXXIV diikuti 22 kafilah dari 22 kecamatan dengan total 525 peserta. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, dengan jumlah penggembira diperkirakan mencapai hampir 30 ribu orang.
“Dan inilah MTQ yang teramai semenjak dilaksanakan selama 20 tahun terakhir ini,” ungkapnya.
Ahyar Amir juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu sebagai sumber pendanaan melalui APBD 2026, serta kepada panitia lokal dan masyarakat Kecamatan Ponrang sebagai tuan rumah.
Pelaksanaan MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Luwu.
















