LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat ekosistem industri kopi lokal dengan menyelenggarakan Pelatihan Barista bagi 25 pelaku UMKM pengolahan kopi.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan keunggulan kopi Latimojong sekaligus mengajak para barista mengolah dan mempromosikan kopi lokal kepada pelanggan mereka.
Pelatihan berlangsung di Aula Hotel Belia Belopa, 25–27 November 2025, dan merupakan bagian dari kegiatan peningkatan mutu komoditas unggulan daerah yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu, H. Patahudding, menegaskan bahwa industri kopi kini menjadi bagian penting ekonomi kreatif dan Luwu memiliki modal besar melalui kopi Latimojong yang tumbuh di dataran tinggi dengan karakter rasa yang kuat.
*Kami ingin para barista menjadi duta yang memperkenalkan kopi Latimojong. Melalui teknik yang benar, barista dapat menghasilkan cita rasa kopi yang lebih strong, enak, dan berkualitas,” kata Patahudding.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Luwu Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis.”
SDM barista yang kompeten akan menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kopi lokal.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu, Rahimullah, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis barista profesional.
“Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan di kedai-kedai kopi lokal,” kata Rahimullah.
Pada hari pertama, peserta menerima materi tentang peluang usaha barista serta pengembangan industri kopi yang dibawakan oleh Rahimullah.
Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu turut mengisi sesi mengenai pendampingan barista untuk peningkatan kualitas pelayanan.
Materi dasar kopi disampaikan oleh narasumber Anwar Hidayah Ressa, termasuk teori dasar kopi dan pengenalan biji kopi.
Memasuki hari kedua, para peserta mulai mengikuti sesi praktik intensif.
Andi Syaldi Zulkifli membuka materi dengan pengenalan peralatan espresso, teknik steaming susu, dan pengaturan tekstur susu yang menjadi fondasi dalam penyajian latte dan cappuccino.
Sementara itu, Indra Indriawan memberikan materi dasar ekstraksi espresso dan memandu praktik langsung pembuatan espresso serta menu-menu klasik berbasis espresso.
Rencananya hari ketiga, peserta diarahkan untuk mempelajari teknik lanjutan, termasuk praktik menu klasik tingkat kedua dan dasar-dasar latte art yang dipandu oleh Indra Indriawan.
Andi Syaldi Zulkifli melanjutkan dengan materi perawatan mesin kopi agar peserta memahami standar operasional peralatan secara profesional.
Sesi berikutnya akan diisi oleh Bagus Arifin dari APPIN yang memberikan pengenalan menyeluruh tentang teknik manual brewing.
Dari schedule yang ada, kegiatan ini dijadwalkan ditutup dengan praktik brewing untuk memastikan setiap peserta memahami metode seduh manual maupun mesin secara komprehensif.
Selama pelatihan, para peserta dilatih membuat berbagai varian kopi seperti espresso, cappuccino, americano, coffee latte, latte art, serta berbagai menu klasik dan seduh manual.
Mereka juga mempelajari penggunaan mesin espresso, teknik penguapan susu, hingga konsistensi tekstur untuk menghasilkan minuman kopi yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap pelatihan ini mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas racikan dan presentasi kopi sehingga membuka peluang usaha baru dan memperkuat kontribusi industri kopi lokal terhadap perekonomian daerah.
Bupati Patahudding menegaskan bahwa para barista memegang peran penting dalam memperkenalkan kopi Luwu, khususnya kopi Latimojong, yang memiliki cita rasa unik dan berkarakter kuat.
Dengan peningkatan keterampilan yang telah diperoleh, diharapkan kopi Latimojong dapat semakin dikenal luas melalui racikan para barista yang profesional.

















