LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait mulai bersiap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain memantau stabilitas harga kebutuhan pokok, aparat keamanan juga menyiapkan empat posko pengamanan di jalur strategis Trans Sulawesi untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik.
Rencana tersebut dipertegas dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, di Kantor Bupati Luwu, Rabu, (11/3/2026).
Rakor tersebut digelar untuk memastikan kesiapan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif selama momentum Lebaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Kajari Luwu Muhandas Ulimen, Ketua Pengadilan Negeri Belopa YM Effendy Kadengkang, serta Pabung Luwu Mayor Kav Suparman.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu, Hj. Enrika, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk memperkuat sinergitas lintas sektoral dalam menjaga stabilitas daerah menjelang perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, di antaranya kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan arus balik, ketersediaan bahan pokok masyarakat, pengendalian harga agar tetap stabil, serta kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti kesiapan sarana dan prasarana tempat ibadah, serta potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu keamanan wilayah.
Peserta rapat terdiri dari kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, Forkopimcam, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan organisasi keagamaan, serta Kasatgas jajaran Polres Luwu.
Bupati Luwu, Patahudding, dalam arahannya menegaskan bahwa Kabupaten Luwu merupakan wilayah yang dilalui jalur strategis Trans Sulawesi sehingga berpotensi mengalami lonjakan arus kendaraan menjelang dan setelah Idul Fitri.
“Selain arus lalu lintas kendaraan yang meningkat, aktivitas masyarakat di pusat-pusat keramaian seperti pasar, terminal, tempat ibadah, serta kawasan permukiman juga akan meningkat. Oleh karena itu, perlu langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektoral,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh instansi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keselamatan selama masa libur Idul Fitri.
Selain pengamanan, pemerintah daerah juga diminta aktif memantau inflasi daerah serta memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat agar tidak terjadi lonjakan harga.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah strategis agar masyarakat Kabupaten Luwu dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Patahudding.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu dalam paparannya menyampaikan bahwa dalam rangka Operasi Ketupat 2026, pihak kepolisian telah menyiapkan empat posko pengamanan di wilayah Kabupaten Luwu.
Keempat posko tersebut masing-masing berada di Kecamatan Belopa, Kecamatan Ponrang, Kecamatan Walenrang, serta di kawasan Bandara I Lagaligo Bua.
Menurutnya, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Luwu masih dalam kondisi kondusif.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan, seperti kemungkinan aksi unjuk rasa, dampak cuaca ekstrem, persoalan ketahanan pangan, hingga potensi gangguan kamtibmas lainnya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri,” ujar Adnan.
















