LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu menekankan pentingnya kesiapan pasokan listrik untuk mendukung sejumlah proyek strategis daerah yang sementara berjalan di Luwu.
Termasuk pembangunan Rumah Sakit Regional seluas 5 hektare dan Sekolah Rakyat program prioritas Presiden seluas 7,5 hektare dengan anggaran Rp250 miliar di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Isu ini mengemuka dalam rapat bersama PLN Belopa, di ruang pertemuan Bappelitbangda, Senin, 2 Maret 2026.
Kepala Bappelitbangda Luwu, Moch. Arsal Arsyad, menegaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi faktor krusial agar pembangunan infrastruktur tersebut berjalan optimal.
“Yang kebutuhan dayanya besar itu Sekolah Rakyat di Bua. Kami minta PLN memastikan sejak awal ketersediaan pasokan listriknya,” tegas Arsal.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan menuju kawasan sekolah akan mulai dikerjakan tahun depan, sementara pembangunan rumah sakit telah berjalan tahun ini dan ditargetkan rampung hingga 2027.
Karena itu, perencanaan kelistrikan harus dihitung secara matang sejak dini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN Belopa, Dwiyanto, memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PLN UPT Palopo untuk menghitung kebutuhan daya secara detail.
“Kami akan berkoordinasi dengan PLN UPT Palopo dan melakukan perhitungan kebutuhan dayanya. Data teknisnya perlu kami terima agar bisa diantisipasi sejak awal,” ujar Dwiyanto.
Tak hanya proyek besar, Arsal juga menyoroti masih adanya sekolah di beberapa wilayah yang belum teraliri listrik.
“Ada juga beberapa sekolah yang belum memiliki akses listrik. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kunci Arsal.
















