banner 970x250
Daerah

Pemkab Luwu Timur Hadiri Ritual Adat Makkasiwiang di Istana Kedatuan Luwu

×

Pemkab Luwu Timur Hadiri Ritual Adat Makkasiwiang di Istana Kedatuan Luwu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU TIMUR – Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur Tana Luwu.

Hal ini terlihat saat rombongan pemerintah daerah mengikuti rangkaian utama prosesi adat Makkasiwiang yang digelar di Gedung Salassae, Kompleks Istana Kedatuan Luwu, pada Hari Jumat (23/1/2026).

banner 300x600

Kehadiran rombongan ini dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang didampingi oleh Wakil Bupati Puspawati Husler.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurbani Irwan, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Harisah Suhardjo.

Seluruh rombongan mengikuti prosesi sakral tersebut di hadapan Yang Mulia Datu Luwu.

Rangkaian kegiatan adat ini meliputi Mabbalisumange, Mappangngolo Lise Rakki, Mappasisele Lise Rakki, hingga diakhiri dengan Manre Saperra. Ritual ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Dalam tradisi masyarakat Luwu, rangkaian Makkasiwiang sarat akan makna filosofis. Salah satu prosesi utamanya, Manre Saperra, dimaknai sebagai wujud rasa syukur bersama atas limpahan berkah dan kesejahteraan dari Sang Pencipta.

Sementara itu, prosesi Mappangngolo Lise Rakki dan Mappasisele Lise Rakki yang menjadi satu kesatuan dengan Manre Saperra, melambangkan pengelolaan hasil bumi yang bijak, diiringi doa-doa keselamatan, serta harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat Tana Luwu.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa peringatan HJL dan HPRL bukan sekadar seremonial tahunan.

Menurutnya, momen ini sangat penting untuk memperkuat identitas daerah sebagai Wija To Luwu (Orang Luwu).

“Ini bukan hanya seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan dan nilai-nilai kearifan lokal. Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena merupakan simbol identitas sekaligus pemersatu kebersamaan masyarakat kita,” tegas Irwan.

Example 300x600
Baca juga:  Bupati Irwan Tutup Nickel Cup IX Lutim 2025, Budiro FC Pertahankan Gelar Juara
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *