banner 970x250
Daerah

Pemkot Palopo Ikuti Penilaian Kinerja Kepala Daerah Terkait Penurunan Pengangguran

×

Pemkot Palopo Ikuti Penilaian Kinerja Kepala Daerah Terkait Penurunan Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALOPO – Pemerintah Kota Palopo terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya.

Komitmen nyata tersebut dipaparkan langsung saat jajaran pemkot mengikuti Presentasi Penilaian Kepala Daerah dalam Rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran.

banner 300x600

Kegiatan penilaian yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini dilaksanakan di Ruang Rapat Wali Kota Palopo Lantai 3 pada Rabu (01/04/2026).

Wali Kota Palopo, Naili Trisal, memaparkan secara rinci capaian kinerja pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran sepanjang tahun 2025.

Ia menjelaskan bahwa sektor jasa saat ini masih menjadi kontributor utama sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di wilayahnya, yakni sebesar 73,06 persen, disusul oleh industri manufaktur sebesar 15,23 persen, dan sektor pertanian sebesar 11,70 persen.

“Komposisi pengangguran kita saat ini memang didominasi oleh kalangan terdidik, di mana 84 persen dari total pengangguran merupakan tenaga kerja lulusan SMA dan Universitas. Oleh karena itu, tingkat pengangguran menjadi isu utama sekaligus fokus pembangunan Kota Palopo yang telah kami tuangkan dalam RPJMD 2025-2029,” ungkap Naili Trisal dalam paparannya.

Untuk merealisasikan target tersebut, kerangka kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah meliputi pembangunan infrastruktur pendidikan, penyediaan sekolah-sekolah kejuruan yang berkualitas, serta pengadaan lembaga-lembaga pelatihan dengan kurikulum yang berorientasi langsung pada kebutuhan dunia usaha.

Upaya penurunan angka pengangguran ini juga terintegrasi kuat dalam 25 program prioritas Wali Kota Palopo.

Beberapa program unggulan di antaranya adalah revitalisasi balai latihan tenaga kerja, pelatihan dan pemanduan bakat pemuda, pemberian training gratis bagi calon pelaut dengan jaminan kerja bagi yang berprestasi, hingga program 10 UMKM Go Internasional dan penyaluran kredit usaha khusus perempuan.

“Kota Palopo bukan sebagai kota industri, sehingga dalam mengatasi pengangguran kami fokus kepada pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Selain itu, kami juga terus mengembangkan potensi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk menyerap angkatan kerja yang belum bekerja di sektor pekerja non-formal,” tegas Wali Kota menambahkan strategi daerahnya.

Baca juga:  BPK Mulai Pemeriksaan LKPD 2024, Pemda Didorong Tertib Anggaran

Sebagai langkah pelengkap yang komprehensif, Pemkot Palopo saat ini juga tengah berupaya memperkuat jaringan pemasaran, terutama untuk produk-produk pertanian lokal.

Pemerintah daerah juga aktif menjalin kerja sama strategis dengan PJTKI guna memfasilitasi pengiriman pekerja migran asal Palopo ke luar negeri.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *