banner 970x250
Internasional

Perang Masuk Pekan Ketiga, Trump dan Netanyahu Mulai Beda Haluan

×

Perang Masuk Pekan Ketiga, Trump dan Netanyahu Mulai Beda Haluan

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (www.gov.il)
Example 468x60

INTERNASIONAL – Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kerap memamerkan kemesraan diplomasi di tengah berkobarnya konflik bersenjata melawan Iran, keretakan visi perlahan mengemuka setelah pertempuran memasuki pekan ketiga.

Perbedaan paling mencolok terlihat dari target akhir operasi militer kedua negara sekutu tersebut.

banner 300x600

Sebagai contoh, sebuah instruksi tegas dikeluarkan oleh Trump pada Kamis (19/03/2026) yang mengultimatum Netanyahu agar tidak menyasar infrastruktur gas milik Teheran.

Larangan ini bukan tanpa alasan, mengingat serangan Israel sebelumnya memicu aksi balasan Iran ke fasilitas energi vital di Qatar, yang berimbas langsung pada meroketnya harga energi di pasar global.

AS juga sempat menyuarakan kekhawatirannya ketika militer zionis membombardir depot bahan bakar di pinggiran Teheran, memicu kepulan asap beracun yang mengancam nyawa sekitar 10 juta penduduk ibu kota.

Perbedaan strategi juga tampak pada pendekatan politik. Ketika Israel secara terang-terangan berambisi melenyapkan para pejabat teras Iran, Trump justru masih menyisakan ruang untuk bernegosiasi dengan faksi-faksi tertentu di dalam struktur pemerintahan musuhnya itu.

Menyoroti ketidakselarasan ini, Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard dalam sebuah rapat dengar pendapat di kongres menyatakan secara gamblang,

“Tujuan yang telah dicanangkan oleh presiden berbeda dari tujuan yang ditetapkan oleh Israel,” ucapnya.

Kendati demikian, Netanyahu terus berusaha menutupi celah tersebut dengan mengklaim bahwa sinergi kedua belah pihak masih sangat kokoh.

Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis malam, PM Israel itu memuji koordinasi mereka seraya berujar, “Tidak ada dua pemimpin yang begitu terkoordinasi. Dia pemimpinnya. Saya, Anda tahu, sekutunya.”

Di mata para pengamat intelijen, kaburnya arah kebijakan luar negeri Trump menjadi pemicu utama disharmoni ini.

Baca juga:  Pengakuan Palestina oleh Eropa, Trump Lontarkan Kritik Keras

Brian Katulis, seorang peneliti senior dari Middle East Institute di Washington, memaparkan bahwa Israel memiliki visi yang jauh lebih terarah dengan menargetkan pergantian rezim secara total.

Ia menganalisis bahwa posisi Trump saat ini sangat terjepit oleh tekanan domestik menjelang pemilihan kongres. Kampanye militer ini mulai kehilangan simpati dari rakyat Amerika, bahkan dari basis pendukung loyal Trump sendiri, imbas dari lonjakan harga bahan bakar dan ketidakstabilan pasar ekonomi.

Belum lagi, kedekatan Washington dengan negara-negara Teluk yang rentan menjadi samsak balasan Teheran turut menjadi pertimbangan berat. Mengingat tingginya risiko kerugian politis, Katulis memprediksi Trump bisa saja mengerem laju perang demi mengamankan agenda dalam negerinya.

Konflik ini turut menjadi saksi bisu bergesernya paradigma aliansi militer Washington-Tel Aviv.

Berbeda dengan era Perang Irak di mana AS berusaha keras menjauhkan Israel dari medan tempur regional, kini kedua negara justru bahu-membahu dalam satu arena operasi terbuka.

Yossi Mekelberg, pakar kajian Timur Tengah dari Chatham House, mengingatkan bahwa pujian manis yang dilontarkan kedua belah pihak saat ini bisa dengan mudah berubah menjadi ajang saling tuding jika eskalasi pertempuran memburuk.

“Jika semuanya mulai berjalan sangat buruk, dan kita tahu bahwa Trump bukanlah tipe orang yang basa-basi, maka saling menyalahkan pun dimulai,” tegasnya, seperti dikutip dari Kompas.

Sementara itu, Robert Malley, mantan negosiator AS untuk Teheran di era Presiden Joe Biden, menyoroti karakter Trump yang sangat fluktuatif sebagai variabel paling liar dalam konflik ini.

Menurutnya, Israel dan Iran sama-sama memiliki peta jalan yang pasti, di mana Tel Aviv ingin menggulingkan rezim, sementara Teheran fokus bertahan hidup dan mengekspor dampak perang.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *