banner 970x250
Daerah

Pompa Air Bantuan Masih Pakai BBM, Petani Kamanre Butuh Jaringan Listrik PLN

×

Pompa Air Bantuan Masih Pakai BBM, Petani Kamanre Butuh Jaringan Listrik PLN

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin (Chaeruddin)
Example 468x60

LUWU – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, menegaskan kebutuhan mendesak jaringan listrik untuk mendukung operasional pompa air pertanian di Desa Kamanre.

Disebutkan, salah satu contoh, pemerintah daerah telah membagikan 10 unit pompa air kepada petani di Kamanre.

banner 300x600

Namun hingga kini, pompa tersebut masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan biaya operasional yang cukup tinggi.

“Kalau menggunakan listrik PLN tentu jauh lebih hemat dibandingkan BBM. Kami berharap ada dukungan jaringan listrik untuk membantu petani dalam distribusi air,” ujar Islamuddin.

Ia menjelaskan, masyarakat Kamanre memiliki inisiatif besar dalam mengembangkan potensi persawahan. Ketersediaan air relatif mencukupi dan bantuan pemerintah sudah disalurkan.

Namun persoalan efisiensi biaya produksi masih menjadi tantangan.

Kebutuhan listrik untuk sektor pertanian ini juga mencuat dalam Musrenbang Kecamatan Kamanre beberapa waktu lalu.

Warga secara langsung menyampaikan aspirasi agar jaringan listrik dapat menjangkau area persawahan guna mendukung pompa air.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappelitbangda Luwu, Moch Arsal Arsyad, menegaskan pentingnya peran PLN dalam mendukung program strategis daerah, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

Menurut Arsal, listrik kini bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan menjadi kunci penggerak produktivitas masyarakat.

Selain mendorong program “listrik masuk sawah dan kebun”, Pemkab Luwu juga tengah mengembangkan program kampung nelayan yang di dalamnya terdapat pabrik es untuk menunjang aktivitas perikanan.

“Pemkab Luwu tengah berupaya mewujudkan program kampung nelayan. Di dalamnya ada pabrik es, tentu membutuhkan listrik yang stabil,” kata Arsal.

Ia menegaskan, dengan adanya pompa air yang telah dibagikan, tidak boleh ada lagi hambatan klasik yang membuat petani enggan turun ke sawah.

“Silakan Dinas Pertanian berkoordinasi dengan kelompok tani. Pompa sudah ada, tinggal sumurnya dibuat. PLN nanti kita dorong membantu jaringan listriknya. Sekarang tidak ada alasan petani kita tidak turun sawah karena tidak ada air,” tegasnya.

Baca juga:  Lantik Puluhan Pejabat, Patahuddin Beri Waktu Enam Bulan Buktikan Kinerja

Arsal menilai, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PLN menjadi kunci agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *