POLITIK – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, merespons santai fenomena hijrahnya sejumlah tokoh kunci partai, seperti Rusdi Masse Mappasessu (RMS), Ahmad Ali, dan Bestari Barus, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ditemui pada Sabtu (21/02/2026), Paloh menilai eksodus kader ini sebagai dinamika politik yang lumrah.
Menurutnya, kepindahan tersebut kemungkinan besar didorong oleh rasa jenuh sehingga para politisi itu membutuhkan penyegaran dan suasana baru di tempat lain.
Bagi Paloh, keluar-masuknya kader bukanlah masalah utama.
Ia menegaskan bahwa prioritas NasDem saat ini adalah menjaga agar partai tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran kita, baik sebagai individu maupun institusi partai, tetap membawa asas manfaat,” tegasnya, dikutip dari Liputan6.
Sebelumnya, peta perpolitikan di Sulawesi Selatan sempat bergejolak ketika Rusdi Masse secara resmi mengumumkan kepindahannya ke PSI.
Momen krusial ini terjadi pada perhelatan Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar pada Kamis (29/01/2026).
Di hadapan ribuan kader, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menyambut antusias kedatangan tokoh berpengaruh asal Sulsel tersebut dengan memakaikan jaket merah khas partainya.
RMS mengungkapkan bahwa keputusannya menanggalkan atribut NasDem diambil karena ia merasa seluruh tugas dan janji politiknya kepada Surya Paloh telah tertunaikan.
Di bawah komandonya, NasDem sukses mencetak sejarah besar di Sulsel dengan menggulingkan dominasi Partai Golkar dari kursi Ketua DPRD, sekaligus mengantarkan istrinya meraih kemenangan mutlak di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel.
Meski memiliki rekam jejak yang mentereng, RMS menepis anggapan bahwa dirinya akan membawa “gerbong politik” atau memobilisasi massanya dari NasDem ke PSI.
Ia menegaskan kesiapannya untuk berjuang dari bawah demi membantu Kaesang Pangarep mempersiapkan kekuatan partai menyongsong Pemilu 2029.
RMS menyadari penuh risiko politik dari kepindahannya ini, termasuk potensi ditinggalkan oleh barisan pendukung setianya.
Namun, dengan optimisme tinggi, ia yakin pengalaman politiknya mampu mendongkrak perolehan kursi legislatif PSI di masa depan.
“Saya siap memulai hidup politik dari nol. Niat saya murni hanya ingin membantu Mas Kaesang agar PSI menjadi jauh lebih baik ke depannya,” pungkasnya.














