MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan peringatan keras terkait penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama dan dilarang keras untuk disalahgunakan, apalagi diperjualbelikan.
Penegasan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menyerahkan bantuan ribuan unit alsintan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Kabupaten Maros.
Penyerahan berlangsung di Gudang Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Jalan Andi Pettarani, Kabupaten Maros, belum lama ini.
“Kita ada sekitar total bantuan senilai Rp120 miliar. Anggaran ini bersumber dari kolaborasi APBN dan juga APBD Provinsi,” ungkap Andi Sudirman.
Bantuan alsintan tersebut disalurkan kepada 812 kelompok tani yang tersebar di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Adapun rincian bantuan yang diserahkan meliputi Combine Harvester sebanyak 47 unit, Handtraktor 145 unit, Handsprayer 8.655 unit, Traktor Roda 4 sebanyak 175 unit, dan Cultivator 11 unit.
Dalam arahannya, Andi Sudirman menekankan pentingnya pengelolaan alsintan secara bertanggung jawab.
Transparansi dan keadilan dalam penggunaan alat di tingkat kelompok tani menjadi kunci agar bantuan ini benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas.
“Harapan kita para petani dapat memanfaatkan dengan baik. Jangan diperjualbelikan. Kemudian para ketua dan anggota kelompok tani dapat secara adil menggunakan fasilitas ini, demi mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo,” harapnya.
Lebih lanjut, Andi Sudirman menjelaskan bahwa modernisasi sektor pertanian melalui dukungan mekanisasi menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sulsel.
Dengan penggunaan alat pertanian yang tepat guna, proses pengolahan lahan diharapkan menjadi lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan, dan hasil panen pun meningkat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengadaan bantuan ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan anggaran yang cermat.
“Bantuan ini adalah hasil efisiensi kita. Kami melakukan relokasi anggaran belanja yang tidak terlalu urgen, dialihkan menjadi belanja yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Mudah-mudahan ke depan petani kita semakin dimudahkan dan menjadikan Sulsel tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

















