banner 970x250
Daerah

Semarak Malam Takbiran di Luwu, Ribuan Warga Siap Gelar Pawai 1003 Obor

×

Semarak Malam Takbiran di Luwu, Ribuan Warga Siap Gelar Pawai 1003 Obor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Tak sekadar tradisi, “1003 Obor” dimaknai sebagai simbol tauhid dan persatuan umat, menjadi daya tarik utama malam takbiran di Luwu

Malam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Luwu dipastikan akan berlangsung semarak melalui kegiatan Gema Takbir Keliling 1003 Obor.

banner 300x600

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi hadir sebagai simbol kuat syiar Islam, kebersamaan, sekaligus pelestarian tradisi religius yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Penggagas kegiatan, Zainuddin, yang akrab disapa Ajis Portal, menegaskan bahwa takbir keliling dengan 1003 obor memiliki makna lebih dari sekadar perayaan.

“Ayoo… mari kita ikut dan semarakkan Takbir Keliling 1003 Obor ini sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga syiar Islam dan simbol kebersamaan masyarakat Luwu,” ujar Ajis.

Menurutnya, angka 1003 bukanlah angka yang disakralkan dalam syariat, namun memiliki nilai filosofis yang kuat dalam kehidupan umat Islam.

“Secara fiqh memang tidak ada ketentuan khusus soal angka 1003. Namun ini kita maknai sebagai tiga pilar utama, yaitu iman, Islam, dan ihsan. Juga bisa dimaknai sebagai hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam,” jelasnya.

Ia menambahkan, cahaya obor dalam takbir keliling melambangkan cahaya tauhid, keyakinan kepada keesaan Allah SWT, yang menjadi pemersatu umat dalam gema takbir.

Ketua Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Tana Luwu itu menyebutkan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah antarwarga lintas kecamatan.

Peserta yang dilibatkan pun cukup luas, mulai dari perwakilan kecamatan, kelurahan dan desa, organisasi kepemudaan, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat.

Sementara itu, Abdul Samad dari Dewan Pengurus Pusat Solidaritas Islam Luwu Raya menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan sosial masyarakat.

Baca juga:  Prihatin Kasus Asusila, Andi Zullylat Perkuat Advokasi Perempuan di Luwu

“Cahaya 1003 obor yang dinyalakan melambangkan semangat persatuan dan harapan agar nilai kebersamaan terus menyala di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum malam ke-29 Ramadan dipilih sebagai simbol kesiapan umat Islam menyambut hari kemenangan.

Panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat, serta terus menjadi tradisi tahunan yang membanggakan masyarakat Luwu.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai tradisi Islami, menjaga persatuan, dan menjadikan malam Idul Fitri sebagai momentum memperkuat keimanan,” tutup panitia.

Sebagai informasi, kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan Bupati Luwu, Patahudding, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Luwu yang dipimpin Drs. Muhammad Rudi, selaku Plh Sekretaris Daerah, serta Kepala Bagian Kesra Syahruddin.

Takbir keliling akan digelar pada malam takbiran, Jumat, 20 Maret 2026, mulai pukul 19.30 WITA, dengan titik start di Tribun Andi Djemma Belopa.

Rute yang dilalui meliputi Kantor Pemda Luwu, Kejaksaan Negeri Luwu, Polres Luwu, Jalan Trans Sulawesi, dan kembali finish di Tribun Andi Djemma.

Kegiatan ini akan diikuti masyarakat umum, unsur pemerintah, tokoh agama, pemuda, hingga remaja masjid, yang siap menyemarakkan malam kemenangan dengan cahaya obor dan gema takbir.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *