banner 970x250
News

Sukses Pecahkan Rekor Penonton, Materi Satire Pandji Malah Dianggap Dilaporkan

×

Sukses Pecahkan Rekor Penonton, Materi Satire Pandji Malah Dianggap Dilaporkan

Sebarkan artikel ini
Pandji Pragiwaksono dipolisikan ihwal materi stand up comedy Mens. INSTAGRAM @PANDJI.PRAGIWAKSONO
Example 468x60

RAGAM – Dunia hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan kasus hukum yang menjerat salah satu komika papan atas, Pandji Pragiwaksono.

Materi pertunjukan stand-up comedy spesialnya yang bertajuk “Mens Rea” kini menjadi sorotan tajam setelah dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan penghasutan dan penistaan agama.

banner 300x600

Laporan polisi tersebut dilayangkan oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1/2026).

Dalam laporan bernomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, pelapor menilai materi “Mens Rea” mengandung unsur yang merendahkan, memfitnah, dan berpotensi memecah belah bangsa.

Rizki Abdul Rahman Wahid, yang mengaku sebagai koordinator pelapor, menyoroti sejumlah poin krusial.

Pertama, pernyataan Pandji yang dituding menyiratkan keterlibatan NU dan Muhammadiyah dalam praktik politik balas budi, khususnya terkait pengelolaan tambang.

“Dalam potongan video, Pandji menyebut NU dan Muhammadiyah seolah ikut serta dalam praktik politik balas budi sehingga memperoleh pengelolaan tambang,” ujar Rizki, seperti dikutip dari Detik.

Poin kedua yang dipermasalahkan adalah narasi Pandji yang menyarankan agar tidak memilih pemimpin hanya berdasarkan aspek ibadah semata.

Narasi ini dianggap merendahkan nilai-nilai ibadah dalam Islam.

Selain itu, stereotip terkait etnis Sunda dalam memilih pemimpin juga menjadi salah satu materi yang dipersoalkan.

Atas dasar itu, Pandji dilaporkan dengan pasal berlapis, yakni Pasal 300 dan Pasal 301 KUHP baru, serta pasal terkait dalam UU ITE, dengan ancaman pidana maksimal 3 hingga 4 tahun penjara.

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelidikan awal.

Polisi telah menerima sejumlah barang bukti berupa flashdisk berisi rekaman pertunjukan, dokumen, dan tangkapan layar.

Baca juga:  Misteri 3I/ATLAS, Komet atau Teknologi Alien dari Bintang Lain?

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti. Kami minta masyarakat tetap bijak dan memberi ruang bagi proses penegakan hukum,” ujar Budi, Jumat (9/1/2026).

Di sisi lain, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, PBNU dan PP Muhammadiyah, secara tegas membantah keterlibatan institusi mereka dalam pelaporan ini.

Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, menegaskan bahwa pelapor bukanlah bagian dari struktur resmi NU.

Senada, Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menyatakan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah organisasi otonom resmi di bawah naungan Muhammadiyah. “Laporan itu bukan sikap resmi organisasi,” tegasnya.

Di tengah polemik ini, Pandji Pragiwaksono akhirnya buka suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @pandji.pragiwaksono, pada Jumat (9/1/2026).

Dalam video singkat tersebut, Pandji mengaku saat ini sedang berada di New York, Amerika Serikat, dan dalam kondisi baik.

“Saya hanya ingin bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya. Doa yang baik-baik untuk saya, dan saya baik-baik saja,” ucap Pandji.

Tanpa menanggapi substansi pelaporan secara rinci, Pandji menyampaikan rasa cintanya kepada masyarakat Indonesia dan harapannya untuk terus berkarya.

“Semoga saya masih bisa banyak memberi komedi untuk kalian,” tambahnya.

Ironisnya, kontroversi ini mencuat justru saat “Mens Rea” tengah menikmati puncak popularitasnya.

Sejak dirilis versi uncut-nya di Netflix pada 27 Desember 2025, tayangan ini sukses menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Indonesia per Jumat (9/1/2026), mengalahkan serial global seperti Stranger Things dan drama Korea populer.

Pandji sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa “Mens Rea”, yang dalam istilah hukum berarti “niat jahat”, dirancang sebagai edukasi politik lewat jalur komedi satire.

Ia ingin mengajak publik menilai politikus dari niatnya, bukan hanya tindakan di permukaan.

Baca juga:  Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Polisi Awasi Pemulihan

“Saya hanya ingin melawak, tidak ada niat jahat,” tegas Pandji dalam sebuah wawancara sebelumnya, seolah menjadi antitesis dari tuduhan yang kini dialamatkan kepadanya.

Example 300x600
Example 120x600
Example 300x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *