PALOPO – Klinik Pratama Beringin milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menjalani tahap krusial dalam upaya peningkatan standar layanan.
Klinik yang menjadi tumpuan kesehatan warga binaan tersebut mulai menjalani survei akreditasi oleh Komite Akreditasi Kesehatan Pratama, pada Rabu (14/01/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut strategis dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Tujuannya adalah memastikan seluruh fasilitas kesehatan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan memenuhi standar mutu pelayanan yang baku dan terukur.
Kegiatan pembukaan survei berlangsung di Aula Lapas Palopo. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Survei Komite Akreditasi Kesehatan Pratama, dr. Hudayah, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, didampingi jajaran pejabat struktural, staf, serta peserta magang.
Proses penilaian akreditasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Tim survei akan fokus melakukan verifikasi dokumen administrasi, mengecek pemenuhan standar pelayanan operasional, serta meninjau langsung kelayakan sarana dan prasarana medis yang tersedia di Klinik Pratama Beringin.
Dalam sambutannya, Jose Quelo menegaskan bahwa pelaksanaan survei ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud keseriusan institusinya.
“Pelaksanaan survei akreditasi ini merupakan bentuk komitmen Lapas Palopo dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berkelanjutan. Ini adalah bagian vital dari pemenuhan hak dasar warga binaan pemasyarakatan,” ujar Jose Quelo.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo yang turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan. Seluruh rangkaian kegiatan survei pada hari pertama terpantau berjalan aman, tertib, dan kondusif.

















