banner 970x250
Nasional

Hadiri Pelantikan Makole Baebunta, Wabup Luwu Tekankan Sinergi Pemerintah dan Adat

×

Hadiri Pelantikan Makole Baebunta, Wabup Luwu Tekankan Sinergi Pemerintah dan Adat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Hj. Andi Syarifah Muhaeminah sebagai Makole Baebunta ke-36 di Baruga La Temmacelling Kemakolean Baebunta, Jalan Trans Sulawesi, Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (18/1/2026).

Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, bergelar Opu Daengna Putri, resmi melanjutkan kepemimpinan adat Makole Baebunta yang memiliki akar kuat dalam sejarah Kedatuan Luwu. Pengukuhan ini menjadi penanda penting keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya yang tetap hidup dan dihormati di tengah perkembangan modernisasi.

banner 300x600

Secara genealogis, Hj. Andi Syarifah merupakan cucu dari Andi Pallawa Opu Daeng Sitakka Opu Matinroe Karondang, Makole Baebunta ke-32, yang merupakan keturunan langsung dari Andi Mannenne Opu To Pawennei Opu Matinroe Bentenna, Makole Baebunta ke-25 dan bagian dari garis keturunan Datu Luwu, Andi Lakaseng Opu Matinroe Kaluku Bodoe.

Dari pihak ayah, ia merupakan putri H. Sayyid Muhammad Al Aidid Daeng Malande Karaeng Lompo, yang memiliki garis keturunan Sayyid Cikowang Takalar serta hubungan darah dengan Raja Gowa dan Balailo Rompu.

Dari pihak ibu, Hj. Andi Haderah Opu Daengna Hajerah, garis keturunannya bersambung pada Andi Pallawa Makole Baebunta ke-32 serta Puang Todjen hingga Tomakaka Masamba.

Dalam sambutannya, Sripaduka Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Machkulau Opu To Bau, menegaskan bahwa para pemangku adat di Tana Luwu memikul amanah besar demi kepentingan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara lembaga adat dan pemerintah, serta memaknai Makole sebagai simbol persatuan dan kesejukan sosial.

Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, memberikan ucapan selamat dan berharap kehadiran Makole Baebunta ke-36 dapat memperkuat pelestarian budaya serta menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat.

Baca juga:  Dukung Penuh Pemekaran Provinsi Luwu Raya, Begini Penjelasan Husain

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berakar pada nilai kearifan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan yang harmonis dengan lembaga adat. Nilai-nilai kearifan lokal adalah identitas Tana Luwu yang harus dijaga dan diwariskan,” tegasnya.

Pelantikan Makole Baebunta ke-36 ini mempertegas bahwa sistem adat dan tradisi tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat serta menjadi bagian penting dari kekuatan budaya Tana Luwu.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *