LUWU – Upaya pemerataan fasilitas kesehatan di Sulawesi Selatan terus digenjot. Pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional yang berlokasi di Kabupaten Luwu kini memasuki babak baru, di mana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan telah memulai proses tender.
Kepastian progres proyek strategis ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, pada Selasa (10/2/2026).
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan fisik RS ini ditargetkan dapat terealisasi mulai tahun ini.
Proyek ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025-2027 yang diinisiasi oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Berdasarkan data dari Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tahapan tender kini tengah memasuki fase penetapan pemenang dengan antusiasme tinggi, tercatat ada 74 peserta yang mengikuti lelang.
“Saat ini kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan Manajemen Konstruksi. Untuk pembangunan fisik, metodenya menggunakan Design and Build yang kini sedang berproses,” jelas dr. Evi.
Pembangunan RS Regional ini diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp250 miliar.
Anggaran jumbo tersebut mencakup keseluruhan tahapan, mulai dari perencanaan, konstruksi fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.
Menurut Evi, kehadiran RS ini sangat krusial untuk memangkas jarak rujukan.
Tujuan utamanya adalah memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Luwu Raya dan sekitarnya, sehingga dapat mengurangi beban rujukan pasien yang selama ini harus dikirim ke Kota Makassar.
Rumah sakit yang akan dibangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu ini dirancang menjadi pusat rujukan dengan fasilitas modern.
Layanan spesialistik dan subspesialistik yang disiapkan meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT, serta Mata.
“Fasilitas penunjangnya sangat lengkap, mulai dari IGD, bedah sentral, layanan jantung terpadu, NICU, rehabilitasi medik, hingga radiologi dengan alat X-ray dan CT Scan. Laboratorium terpadu serta layanan telemedicine juga akan tersedia,” urai Evi.
Selain itu, RS ini juga akan dilengkapi dengan unit perawatan intensif yang komprehensif seperti ICU, HCU, ICCU, PICU, One Day Care (ODC), hingga layanan Medical Check Up (MCU).
“Insya Allah, kami menargetkan rumah sakit ini dapat rampung dan mulai beroperasi melayani masyarakat setelah masa kontrak berakhir,” pungkasnya.
















