banner 970x250
Daerah

Buka Puasa HIPMI Sulsel: Diskominfo Ingatkan Pelaku UMKM Bahaya Judol dan Pinjol

×

Buka Puasa HIPMI Sulsel: Diskominfo Ingatkan Pelaku UMKM Bahaya Judol dan Pinjol

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR – Pelaksana Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan Bidang VIII menggelar acara buka puasa bersama sekaligus diskusi interaktif di Vann In Sky, Jalan Aroepala, Makassar, pada Senin (09/03/2026).

Diskusi strategis ini mengangkat tema “Transformasi Digital: Kemajuan Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan Ekonomi Umat”.

banner 300x600

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, serta Kepala BBLSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Makassar, Baso Saleh.

Tujuan utama diskusi ini adalah melihat peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui transformasi digital.

Terlebih lagi, DPD HIPMI Sulsel telah menjalin kerja sama dengan Balai Komdigi untuk mendorong peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu melakukan scale-up (peningkatan skala usaha) melalui pemanfaatan teknologi.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Irma Trisnawati Anwar, berharap kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang tengah merintis usaha di sektor ekonomi kreatif.

“Acara ini bisa memberikan kontribusi, khususnya bagi kaum muda atau mahasiswa yang memiliki usaha di bidang ekonomi kreatif, sehingga bisa mengikuti perkembangan di era komunikasi dan informasi yang begitu pesat,” ujarnya.

Irma juga mendorong para pelaku usaha muda untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah agar mampu melampaui angka 5,43 persen.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo SP Sulsel, Sultan Rakib, menegaskan bahwa transformasi digital tidak sebatas pada peningkatan keterampilan teknologi (digital skill), melainkan harus diimbangi dengan tiga pilar lainnya, yakni keamanan (digital safety), budaya (digital culture), dan etika digital (digital ethics).

Ia turut mengapresiasi program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komdigi yang dinilai sangat membantu pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM. “Di situ terdapat silabus khusus dengan mekanisme belajar mandiri dan digital marketing berbagai level. Ini penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan skill digitalnya,” tutur Sultan.

Baca juga:  Dekranasda Luwu Tampilkan Wastra Bermotif Filosofis di Expo Kreatif Sulsel 2025

Sultan juga menyarankan agar pelaku usaha yang mewarisi bisnis keluarga segera melakukan adaptasi digital.

Namun, ia secara khusus mengingatkan wirausaha muda untuk mewaspadai ancaman judi online (judol) serta pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menjerat dan merusak stabilitas ekonomi pelaku UMKM.

“Sehebat-hebatnya bermain, yang akan menang itu bandar. Gayung bersambut ada yang namanya pinjol. Jadi biasanya kalau kalah di judol akan berurusan dengan pinjol,” tegasnya mengingatkan. Sultan menekankan agar masyarakat tidak mudah tergiur keuntungan instan di ruang digital tanpa usaha yang sepadan.

Terkait keamanan siber, ia menyarankan agar pelaku usaha mengaktifkan verifikasi dua langkah.

“Kalau tidak sengaja membuka tautan ilegal, langsung lakukan factory setting pada handphone. Karena bisa saja sudah tertanam aplikasi yang melakukan remote control di gawai kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Baso Saleh, mengaitkan semangat transformasi digital dengan momentum bulan suci Ramadan yang identik dengan kedisiplinan dan perubahan diri menjadi lebih baik.

Menurutnya, digitalisasi kini mempermudah dunia usaha. “Dulu mesti ada tempat atau toko fisik, sekarang bisa menjual di marketplace. Kita di rumah saja bisa melakukan promosi melalui media sosial,” paparnya.

Urgensi digitalisasi ini sangat relevan mengingat struktur ekonomi Sulsel ditopang kuat oleh aktivitas masyarakat.

Konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 52,38 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel.

Selain itu, sekitar 1,8 juta pelaku UMKM kini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Transformasi ini juga terlihat dari masifnya penggunaan sistem pembayaran digital. Data Bank Indonesia mencatat 1,31 juta pengguna QRIS di Sulsel, di mana 76,8 persennya adalah UMKM.

Volume transaksi QRIS sepanjang 2025 bahkan menembus 170,5 juta transaksi.

Baca juga:  Johanis UB Nahkodai SMSI Gowa Periode Pertama

Sebagai dukungan nyata, Pemprov Sulsel juga memiliki platform e-purchasing bernama BajuBodo Marketplace untuk membantu UMKM masuk ke rantai pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Platform yang melibatkan 2.238 penyedia ini telah mencatat valuasi transaksi sebesar Rp211,7 miliar, menjadikannya peringkat ketiga nasional.

Melalui dukungan ekosistem digital yang kuat ini, sektor ekonomi kreatif Sulsel diproyeksikan akan terus melesat seiring posisi Makassar sebagai pusat ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *