LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Belopa, Maret 2026.
Forum ini menjadi penentu arah kebijakan strategis daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Bupati Luwu, H. Patahudding, menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Musrenbang ini harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Perencanaan tidak boleh hanya administratif, tetapi harus berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat,” tegas Patahudding.
Dalam arah kebijakan RKPD 2027, Pemkab Luwu memasang sejumlah target makro yang cukup ambisius.
Angka kemiskinan ditargetkan turun dari 10,97 persen pada 2025 menjadi 10,35 persen di 2027.
Sementara tingkat pengangguran diharapkan turun dari 3,71 persen menjadi 2,87 persen.
Pertumbuhan ekonomi juga ditargetkan meningkat dari 7,43 persen menjadi 7,51 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan naik menjadi 75,05 poin, serta pendapatan per kapita meningkat signifikan hingga Rp76,3 juta.
Ekonomi Rakyat dan Infrastruktur
Bupati menekankan, arah pembangunan Luwu tetap bertumpu pada sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Namun, pendekatan pembangunan kini diarahkan lebih terukur dan terintegrasi.
“Kita ingin pembangunan yang inklusif, berbasis potensi lokal, dan menempatkan masyarakat sebagai pusatnya. Ekonomi harus bergerak, lapangan kerja harus terbuka,” ujarnya.
Sejumlah program prioritas yang akan diperkuat antara lain:
– Pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan
– Peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi
– Perluasan layanan kesehatan dan pendidikan
– Digitalisasi layanan publik
– Penguatan sektor pertanian dan perikanan
Bupati Luwu juga mengakui masih ada tantangan serius yang harus dihadapi.
Mulai dari kualitas SDM, ketimpangan pembangunan wilayah, hingga penguatan struktur ekonomi daerah.
Ia menilai, tanpa kolaborasi lintas sektor, target pembangunan sulit tercapai.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” tegasnya.
RKPD 2027 akan diarahkan pada peningkatan produktivitas ekonomi daerah dan daya saing SDM, didukung pembangunan infrastruktur serta pemerataan layanan publik berbasis digitalisasi.
Konsep besar pembangunan dituangkan dalam sejumlah program unggulan seperti:
– “Luwu Berdaya” untuk penguatan ekonomi lokal
– “Luwu Malebbi” untuk layanan publik profesional
– “Luwu Mappatuwo” untuk kedaulatan pangan
– “Luwu Lestari” untuk lingkungan berkelanjutan
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga konsistensi perencanaan hingga pelaksanaan.
“Perencanaan yang baik harus selaras dari RPJMD hingga APBD. Jika konsisten, maka hasilnya akan benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mendorong Luwu menuju daerah yang lebih maju, berkarakter, dan berbasis agribisnis.
















