LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal dan mempercepat iklim investasi yang sehat di daerah.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Bupati Luwu, Patahudding, bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, jajaran Sekretariat Daerah, serta Pokja Percepatan Investasi terjun langsung meninjau progres pembangunan Awak Mas Project di Kecamatan Latimojong.
Kegiatan peninjauan ke lokasi tambang yang dikelola oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA) ini dilangsungkan pada hari Jumat (12/06/2026) untuk memantau kelancaran fase konstruksi.
Sebelum bertolak menuju lokasi proyek, Bupati beserta rombongan berangkat dari Rumah Jabatan Bupati Luwu dengan didampingi langsung oleh Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir.
Perjalanan darat menuju area Awak Mas Project ditempuh melalui rute jalur logistik khusus milik MDA yang membentang melintasi empat kecamatan dan 21 desa di wilayah Kabupaten Luwu.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung menerima pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen MDA.
Penjelasan yang diberikan mencakup update perkembangan pembangunan proyek, progres tahap konstruksi, kesiapan teknis operasional, kepatuhan aspek keselamatan kerja, hingga komitmen pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Setelah mendengarkan presentasi, rombongan melanjutkan agenda dengan tinjauan lapangan untuk menginspeksi sejumlah fasilitas utama yang tengah dibangun.
Di sela-sela peninjauan, Patahudding menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu mendorong masuknya investasi, terutama yang mampu memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi daerah dan warganya.
“Kami ingin melihat secara langsung perkembangan Awak Mas Project yang menjadi salah satu investasi strategis di Kabupaten Luwu. Dari pemaparan dan kunjungan lapangan hari ini, kami melihat progres pembangunan cukup signifikan dan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan,” terang Patahudding.
Lebih lanjut, ia berharap proyek berskala besar ini kelak membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.
“Tentu melalui penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi, maupun program pemberdayaan masyarakat. Ketika investasi berjalan baik dan warga turut merasakan manfaatnya, maka daerah juga akan tumbuh bersama,” imbuhnya.
Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Ketua Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin. Ia menyebut kunjungan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan komunikasi antara pemerintah daerah dan investor tidak menemui hambatan.
“Awak Mas Project merupakan salah satu investasi penting bagi Luwu. Kehadiran Pokja di sini guna memastikan sinergi ini terus terjaga, sehingga target pembangunan tercapai dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Sofyan Thamrin.
Sinergi pembangunan Awak Mas Project tidak hanya dibangun antara pemerintah dan perusahaan, tetapi juga merangkul akar rumput melalui pembentukan Forum Desa (FORDES) Matappa.
Forum yang mewakili warga di 21 desa sekitar area operasional ini menjadi wadah dialog dan penyaluran aspirasi guna mengawal pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Merespons dukungan dari berbagai elemen tersebut, Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Pemkab Luwu.
“Kami menyadari bahwa proyek sebesar Awak Mas Project ini hanya dapat beroperasi dengan baik apabila didukung oleh sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat melalui FORDES Matappa, dan perusahaan. Kami berharap komunikasi yang harmonis ini dapat terus diperkuat hingga proyek memasuki fase produksi,” tutup Trisakti Simorangkir.
Pihak perusahaan juga berjanji untuk menjalankan roda operasional secara bertanggung jawab, dengan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan turut menitikberatkan pada program-program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan tambang.
















