PALOPO – Penjabat Sekretaris Daerah Kota Palopo, Zulkifli Halid, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Mangkaluku Palopo, menghadiri sosialisasi pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan air baku Battang-Bambalu Kota Palopo tahun 2026.
Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang selaku pelaksana kegiatan tersebut, digelar di Ruang Rapat Kantor Perumda Tirta Mangkaluku pada Rabu (08/07/2026).
Kota Palopo diketahui merupakan salah satu penerima manfaat dari program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, khususnya pada program rehabilitasi jaringan air baku Battang-Bambalu Tahun Anggaran 2026.
Seusai sosialisasi, Plt Direktur Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo, Zulkifli Halid, mengatakan bahwa program rehabilitasi ini merupakan wujud nyata upaya Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam membangun sinergi dengan kementerian.
Hal ini bertujuan untuk mendatangkan program-program yang mampu mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat.
“Setelah penggantian pipa air baku ini, Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di daerah Battang dan Battang Barat bisa berfungsi optimal dalam menyuplai air. Dengan demikian, kebutuhan air masyarakat dapat terakomodasi secara maksimal,” ujar Zulkifli.
Ia juga menambahkan pentingnya dukungan warga terhadap pelaksanaan proyek ini.
“Kita sebagai masyarakat Kota Palopo harus mendukung kegiatan ini karena ini murni untuk kepentingan masyarakat. Kita juga patut memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang telah memperjuangkan hal ini, sehingga program kementerian bisa hadir di Kota Palopo,” lanjutnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku III Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Andi Asnaeni, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program Kementerian Pekerjaan Umum untuk merehabilitasi jaringan air baku.
Selain perbaikan jaringan pipa, proyek ini juga mencakup perbaikan lantai embung atau bendung intake air baku.
“Program ini akan secepatnya dilaksanakan, namun kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan tuntas pada bulan Desember tahun ini,” jelasnya.
Andi Asnaeni menjelaskan lebih lanjut bahwa kendala utama dalam pengerjaan proyek tersebut adalah posisi pipa eksisting yang berada di bahu jalan yang sempit, dengan kontur tanah yang naik-turun dan berkelok.
“Selama pengerjaan, dipastikan akan ada sedikit gangguan terhadap mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan sosialisasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk membantu kelancaran pelaksanaan. Namun, kami akan terus mengupayakan agar hambatan tersebut bisa diminimalkan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Palopo, pelaksana dan konsultan supervisi, sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, serta direksi dan jajaran Perumda TM Palopo.
Hadir pula Camat Wara Barat, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Wara Barat, Lurah Battang, Lurah Battang Barat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda setempat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
















