banner 970x250
Internasional

Perempuan Ini Tewas Usai Diminta Simpan Uang Toko di Tengah Situasi Gempa

7
×

Perempuan Ini Tewas Usai Diminta Simpan Uang Toko di Tengah Situasi Gempa

Sebarkan artikel ini
Perempuan Ini Tewas Usai Diminta Simpan Uang Toko di Tengah Situasi Gempa
Foto: Ilustrasi
Example 468x60

INTERNASIONAL – Seorang pegawai toko berusia 22 tahun bernama Kurumi Otake tewas setelah kembali memasuki Aeon Mall Kumamoto yang sebelumnya telah ditinggalkannya menyusul gempa besar di Jepang.

Otake bekerja di Habita, salah satu toko yang beroperasi di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

banner 300x600

Ia dilaporkan telah berada di luar bangunan bersama pegawai lain, tetapi kemudian kembali setelah menerima pesan dari perusahaan mengenai uang hasil penjualan.

Kronologi itu diakui jajaran manajemen Habita ketika menemui keluarga korban.

Perusahaan menyatakan instruksi disampaikan melalui manajer toko yang sedang tidak bertugas kepada pegawai yang berada di lokasi.

Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto sekitar pukul 16.27 waktu setempat pada Selasa (28/07/2026).

Badan Meteorologi Jepang atau JMA mencatat pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan maksimum mencapai level 7 dalam skala intensitas Jepang di Kota Uki dan Hikawa.

Sejumlah wilayah lain dari Kyushu hingga Hokuriku juga merasakan guncangan dengan intensitas berbeda.

Ledakan kemudian terjadi di Aeon Mall Kumamoto setelah gempa.

Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden di pusat perbelanjaan tersebut, termasuk dua pegawai Habita.

Presiden Direktur Habita Keishin Ueno menyampaikan permintaan maaf setelah perusahaan mengakui dua pegawainya meninggal dalam insiden tersebut.

“Kami meminta maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Ueno, sebagaimana diberitakan TV Asahi pada Senin (03/08/2026).

Direktur Penjualan Habita Koji Yuse mengakui pihak perusahaan meminta uang hasil penjualan dimasukkan ke dalam brankas.

“Jika memungkinkan, masukkan uang hasil penjualan ke brankas,” ujarnya.

Permintaan itu diteruskan oleh manajer toko kepada pegawai yang telah mengungsi.

Otake bersama seorang rekan kerjanya kemudian kembali memasuki pusat perbelanjaan sebelum keduanya menjadi korban ledakan.

Baca juga:  Gempa M 7,1 Hantam Jepang Selatan, Belasan Orang Tewas

Yuse mengatakan pihaknya juga meminta pegawai memperoleh izin dari pengelola Aeon Mall sebelum masuk kembali.

Namun, laporan yang tersedia belum memastikan siapa yang memberikan akses dan apakah izin tersebut benar-benar telah diperoleh.

Keluarga Otake mempersoalkan penjelasan awal yang disampaikan perusahaan.

Habita semula disebut menjelaskan bahwa Otake ingin kembali ke dalam bangunan untuk mengambil barang pribadinya.

Setelah keluarga mendesak perusahaan memberikan kronologi secara lengkap, Habita mengakui permintaan memasukkan uang penjualan ke brankas disampaikan lebih dahulu.

Pembicaraan mengenai pengambilan barang pribadi baru muncul setelah instruksi tersebut.

Yuse berdalih informasi yang diterimanya sempat tidak terkoordinasi.

Ia kemudian mengakui penjelasan awal perusahaan kepada keluarga tidak sesuai dengan urutan kejadian sebenarnya.

Keluarga korban meminta Habita berhenti memberikan penjelasan yang berubah-ubah dan mengungkapkan seluruh fakta mengenai alasan Otake kembali ke dalam bangunan.

Dalam keterangan resminya setelah gempa, JMA memperingatkan bahwa bangunan dan kawasan terdampak guncangan kuat berisiko mengalami keruntuhan maupun kerusakan lanjutan.

“Hindari memasuki tempat berbahaya kecuali tidak dapat dihindari,” demikian peringatan JMA dalam rilis resminya.

JMA juga mengingatkan masyarakat mengenai kemungkinan gempa kuat susulan.

Warga di wilayah terdampak diminta mewaspadai gempa dengan intensitas maksimum level 7 selama sekitar satu pekan setelah guncangan utama.

Peringatan JMA tersebut bersifat umum dan tidak secara khusus membahas keputusan Habita menyuruh pegawainya kembali ke mal.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi pemerintah Jepang yang menetapkan tanggung jawab pidana atau perdata perusahaan atas kematian Otake.

Pemerintah Jepang mengerahkan Pasukan Bela Diri ke lokasi bencana setelah Pemerintah Prefektur Kumamoto mengajukan permintaan bantuan.

Menteri Pertahanan Jepang Koizumi mengatakan pasukan darat dikerahkan untuk melakukan penyelamatan di Aeon Mall Kumamoto.

Baca juga:  Awas! Susu Nestle S-26 Promil Gold Ditarik, Waspada Jika Punya Stok di Rumah

“Kami akan terus bekerja sekuat tenaga dengan penuh kewaspadaan,” katanya dalam konferensi pers resmi Kementerian Pertahanan Jepang.

Kementerian Pertahanan mencatat sekitar 170 personel Angkatan Darat dan tiga anjing penyelamat Angkatan Laut dilibatkan dalam pencarian korban di pusat perbelanjaan tersebut hingga Kamis (30/07/2026).

Kasus Otake kini memunculkan sorotan terhadap keselamatan pegawai saat bencana.

Instruksi menyangkut uang, barang pribadi, atau aset perusahaan dinilai tidak semestinya mengalahkan keselamatan pekerja sebelum bangunan diperiksa dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan pihak yang memberikan izin masuk, prosedur keselamatan yang berlaku setelah evakuasi, serta kemungkinan pertanggungjawaban atas keputusan mengirim pegawai kembali ke bangunan terdampak gempa.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *