DAERAH – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Poros Palopo-Makassar, Lingkungan Harapan, Kelurahan Padang Subur, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 00.15 WITA.
Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil truk tangki. Kecelakaan itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat dan satu meninggal di rumah sakit sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis.
Korban meninggal dunia diketahui bernama ACW (37) dan SL warga Jalan Topoka, Kelurahan Tampunia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu.
Korban yang meninggal di tempat mengalami luka parah pada bagian kepala dan wajah sebelum dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ACW dan SL yang merupakan korban dalam kecelakaan tersebut disebut masih memiliki hubungan saudara dan merupakan anak dari pemilik usaha Warung Makan Citra Minang.
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Alwi, menjelaskan kecelakaan tersebut bermula saat sepeda motor Honda CRF tanpa pelat nomor yang dikendarai Rifal (27), warga Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, bergerak dari arah selatan menuju utara.
Saat melaju, pengendara Honda CRF tersebut diduga menyalip kendaraan di depannya. Setelah melakukan manuver, sepeda motor bergerak ke jalur kanan dan bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha MX King yang dikendarai Agiska dan membonceng Silpayani (26).
“Dari hasil olah TKP, Honda CRF bergerak dari arah selatan ke utara kemudian menyalip kendaraan di depannya dan masuk ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Yamaha MX King yang dikendarai korban sehingga terjadi tabrakan,” ujar AKP Alwi.
Benturan tersebut menyebabkan Agiska dan Silpayani terjatuh ke badan jalan. Nahas, keduanya kemudian tertabrak mobil truk tangki Hino yang dikemudikan Bagus Vicar Kioto (22), yang saat itu bergerak dari arah utara menuju selatan.
Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, Agiska mengalami luka parah berupa pecah tengkorak kepala dan luka robek pada wajah. Korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Silpayani mengalami luka robek pada paha kanan.
Pengendara Honda CRF, Rifal, juga mengalami sejumlah luka, antara lain nyeri tekan pada dada kanan, hematom pada pipi kanan serta luka robek pada lutut kanan. Ia kemudian mendapat perawatan di RSUD Batara Guru.
Sementara pengemudi truk tangki Hino, Bagus Vicar Kioto, tidak dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Pasca-kecelakaan, personel Satlantas Polres Luwu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, membuat laporan polisi serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui secara jelas penyebab serta rangkaian kecelakaan ini,” kata AKP Alwi.
Polisi mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari.
AKP Alwi mengimbau pengendara tidak melakukan manuver berisiko seperti menyalip tanpa memastikan kondisi jalur aman, serta tetap menjaga kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan lain.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri menyalip apabila kondisi jalan atau arus dari arah berlawanan tidak memungkinkan. Patuhi aturan lalu lintas dan selalu berhati-hati, khususnya saat berkendara pada malam hari,” imbaunya.
Satlantas Polres Luwu juga akan terus melakukan langkah pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan, edukasi dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas,” tegasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan Satlantas Polres Luwu untuk memastikan penyebab dan rangkaian peristiwa kecelakaan.
Informasi yang dihimpun ACW, anak sulung Agustiar, pengusaha waring makan di Belopa.
SL merupakan mahasiswi fakultas kedokteran yang dijadwalkan menyelesaikan studinya dalam waktu dekat.
Kepergian mendadak kakak-beradik ini memicu simpati luas di kalangan warga Luwu sejak Sabtu pagi, 22 Agustus 2026.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Azis Arifuddin, salah seorang kerabat korban, melalui pesan tertulis yang beredar di jejaring sosial.
















