banner 970x250
Daerah

Tekan Dampak Debu, Warga 20 Desa Lingkar Tambang Turun Bersama

6
×

Tekan Dampak Debu, Warga 20 Desa Lingkar Tambang Turun Bersama

Sebarkan artikel ini
Tekan Dampak Debu, Warga 20 Desa Lingkar Tambang Turun Bersama
Warga lingkar tambang bagikan masker dan bersihkan jalan antisipasi penyakit ISPA di musik kemarau.(ist)
Example 468x60

DAERAH – Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, warga di 20 desa lingkar tambang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dengan melakukan aksi penyiraman jalan serta pembagian masker secara serentak, Jumat (4/9/2026).

Gerakan yang digagas Forum Desa Matappa (Fordes Matappa) bersama Kader Jaga Mobilisasi (KJM) dan Kader Jaga Lingkungan (KJL) tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak debu yang semakin meningkat akibat cuaca kering dan aktivitas kendaraan di jalur mobilisasi.

banner 300x600

Di Desa Balla, para kader terlihat turun langsung ke lapangan membawa selang, alat semprot, dan masker.

Tanpa seremoni maupun agenda formal, mereka menyiram ruas jalan yang berdebu dan membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di sekitar jalur mobilisasi.

Ketua Fordes Matappa Desa Balla, Hendra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi lingkungan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Kalau ada debu, kita tidak hanya melihat dan berkeluh kesah. Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat, seperti penyiraman jalan dan pembagian masker,” kata Hendra.

Menurutnya, pembagian masker bukan hanya sebagai perlindungan sederhana dari paparan debu, tetapi juga menjadi bentuk perhatian kepada warga yang setiap hari tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur mobilisasi.

“Yang paling penting masyarakat merasa diperhatikan. Kita datang langsung, membagikan masker, sekaligus melihat kondisi di lapangan dan berkomunikasi dengan warga,” ujarnya.

Aksi serupa tidak hanya dilakukan di Desa Balla.

Kegiatan berlangsung serentak di 20 desa lingkar tambang dengan melibatkan para kader dan masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, Kader Jaga Mobilisasi berperan menjaga keamanan dan ketertiban aktivitas di jalur mobilisasi, sementara Kader Jaga Lingkungan fokus menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar.

Baca juga:  Festival Ramadhan Pegadaian 2025 Resmi Dibuka

Hendra menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan gerakan tersebut.

Sebab, warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kita yang tinggal di sini tentu tahu kondisi desa kita. Kalau ada yang bisa dilakukan bersama untuk membantu warga, kita lakukan. Tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Yang penting ada kepedulian dan ada tindakan,” tuturnya.

Dukungan dari PT Masmindo Dwi Area turut menjadi bagian dari upaya kolaboratif yang dijalankan melalui para kader di masing-masing desa.

Namun di lapangan, seluruh kegiatan dilakukan langsung oleh masyarakat yang turun menyiram jalan, membagikan masker, dan menyapa warga dari rumah ke rumah.

Melalui gerakan serentak tersebut, Fordes Matappa berharap kesadaran menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Selain membantu menekan dampak debu selama musim kemarau, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap desa.

“Kalau masyarakat ikut bergerak, hasilnya tentu lebih baik. Kita tinggal di desa ini dan kita juga yang merasakan kondisinya. Karena itu mari bersama-sama menjaga mobilisasi dan lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” pungkas Hendra.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *