banner 970x250
Daerah

Dugaan Keracunan MBG di Makale, Sampel Makanan dan Muntahan Diuji BPOM

2
×

Dugaan Keracunan MBG di Makale, Sampel Makanan dan Muntahan Diuji BPOM

Sebarkan artikel ini
Dugaan Keracunan MBG di Makale, Sampel Makanan dan Muntahan Diuji BPOM
Foto: berita.tanatorajakab.go.id
Example 468x60

HEADLINE – Ratusan siswa dan sejumlah guru di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harus mendapat penanganan medis setelah mengalami mual, pusing, muntah hingga diare.

Keluhan muncul setelah mereka sebelumnya menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan laboratorium.

banner 300x600

Kasus ini terjadi di SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale pada Kamis (03/09/2026).

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam keterangan resminya menyebut para siswa dievakuasi ke Puskesmas Makale, RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima.

Jumlah pasien terus bertambah sepanjang hari.

Data Dinas Kesehatan Tana Toraja hingga pukul 16.10 WITA mencatat 150 orang, terdiri dari 146 siswa dan empat guru.

Sebanyak 46 siswa ditangani di RS Sinar Kasih, 29 siswa di RS Fatima, sementara 71 siswa dan empat guru mendapat perawatan di RSUD Lakipadada.

Data tersebut berkembang dari laporan sebelumnya.

Pada pukul 13.30 WITA, Dinas Kesehatan masih mencatat 136 siswa yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

Sementara itu, laporan lapangan Kareba Toraja pada Kamis sore mencatat 152 siswa dari dua sekolah masih menjalani perawatan.

Angka itu berbeda dengan data Dinas Kesehatan karena waktu dan basis pendataan yang digunakan tidak sama.

Karena itu, jumlah pasien masih berpotensi berubah mengikuti pembaruan data resmi.

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg bersama Wakil Bupati turun langsung memantau penanganan para siswa di rumah sakit.

“Tentunya semuanya akan ditangani sesuai dengan SOP. Mari kita berdoa bersama agar seluruh siswa dan siswi yang sedang mendapatkan penanganan dapat segera membaik dan kembali stabil,” kata Zadrak, dikutip dari keterangan resmi Pemkab Tana Toraja.

Baca juga:  Prabowo Copot Kepala BGN

Pemkab menyatakan tim kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan tersebut.

Pemerintah daerah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil pemeriksaan.

Ketua Satgas MBG Tana Toraja sekaligus Sekretaris Daerah Rudhy Andi Lolo mengatakan siswa dan guru yang mengalami keluhan belum mengonsumsi MBG yang dijadwalkan dibagikan pada Kamis.

Mereka sebelumnya menyantap makanan yang disalurkan sehari sebelumnya, Rabu (02/09/2026).

SPPG Makale Batupapan 1 yang menyalurkan makanan tersebut diketahui melayani 12 sekolah dengan sekitar 2.200 penerima manfaat.

Namun, laporan gangguan kesehatan sejauh ini berasal dari dua sekolah.

Rudhy mengingatkan penyebabnya belum bisa disimpulkan sebagai keracunan akibat MBG.

Kemungkinan kontaminasi bakteri, virus, maupun penyebab lain masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan.

“Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri ataukah virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah,” kata Rudhy, sebagaimana dikutip dari detikSulsel.

Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Kesehatan mengambil sampel sisa makanan dan muntahan siswa.

Sampel tersebut dikirim ke BPOM di Makassar untuk pemeriksaan laboratorium.

Polres Tana Toraja juga mengumpulkan sampel makanan dan minuman dari SPPG Batupapan.

Kapolres Tana Toraja AKBP Budy Hermawan mengatakan hasil pemeriksaan BPOM akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya.

“Yang ahlinya itu adalah BPOM. Nanti dari BPOM yang memberikan hasil uji lab-nya. Jadi saya minta kawan-kawan tidak mengembangkan dulu informasi yang belum jelas,” kata AKBP Budy kepada wartawan setelah menjenguk pasien di RSUD Lakipadada.

Menurut kepolisian, setelah hasil laboratorium keluar, penyelidikan dapat dilanjutkan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pengolahan maupun penyaluran makanan.

Baca juga:  Respons Tudingan BGN, PDIP Ancam Sanksi Berat Kader yang Kelola SPPG

Insiden tersebut turut mendapat respons DPRD Tana Toraja.

Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante meminta pelaksanaan MBG di daerah itu dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi.

DPRD juga berencana menggelar rapat dengar pendapat dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Masalah makan bergizi gratis ini perlu disikapi secara serius, sehingga tidak terjadi lagi kejadian yang sama. Kita harapkan program MBG ini dihentikan sementara,” kata Kendek Rante, sebagaimana dikutip Kareba Toraja.

Bupati dan Kapolres Tana Toraja juga telah meninjau SPPG Batupapan yang memasok MBG kepada SMPN 1 dan SMPN 2 Makale.

Namun, belum ada kesimpulan resmi bahwa makanan dari dapur tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan para siswa.

Hingga Jumat (04/09/2026) dini hari, hasil pemeriksaan laboratorium BPOM belum diumumkan.

Karena itu, penggunaan istilah “keracunan MBG” masih harus ditempatkan sebagai dugaan sampai penyebabnya dipastikan melalui pemeriksaan medis dan laboratorium.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *