PANAMA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Panama dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Dampak gempa dilaporkan meliputi kerusakan rumah dan bangunan, pemadaman listrik, hingga penghentian sementara layanan transportasi dan penerbangan.
Dikutip dari detikNews, Sabtu (10/10/2026), gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 12,6 kilometer. Guncangan dirasakan di berbagai wilayah Panama, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan dan kondisi bangunan.
Direktur Institut Ilmu Kebumian Panama, Nestor Luque, menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas Sistem Sesar Azuero-Sona yang telah lama mengalami penumpukan tekanan. “Pelepasan energi dari sesar aktif tersebut menyebabkan getaran kuat yang dirasakan di berbagai wilayah negara itu,” ungkap Nestor Luque.
Baca juga : 5.794 Kasus Ebola Tercatat di Kongo, WHO Pertahankan Status Darurat Internasional
Di ibu kota Panama City, guncangan dilaporkan berlangsung sekitar 40 detik. Situasi tersebut memicu kepadatan lalu lintas setelah sejumlah perkantoran memulangkan karyawan lebih awal untuk mengantisipasi risiko kerusakan bangunan.
Aktivitas masyarakat dan layanan publik turut terdampak. Layanan Metro di ibu kota dihentikan sementara, sedangkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah dihentikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak gempa.
Kerusakan juga dilaporkan di sejumlah daerah, termasuk Penonomé, Chitré, dan wilayah pesisir Provinsi Los Santos. Di Penonomé, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah gereja dan bangunan di sekitarnya.
Pusat gempa berada di dekat komunitas pedesaan La Pitaloza, Provinsi Herrera, yang terletak tidak jauh dari pesisir Samudra Pasifik. Getaran gempa juga dirasakan hingga San José, ibu kota Kosta Rika, negara tetangga Panama.
Baca juga : Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan China-Nepal, 3 Tewas dan 558 Orang Hilang di Tibet
Selain kerusakan fisik, gempa turut mengganggu aktivitas transportasi dan infrastruktur. Penghentian sementara penerbangan dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi keselamatan di tengah situasi pascagempa.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat, memeriksa kondisi bangunan, serta memulihkan layanan publik yang terdampak.
Pemeriksaan dan pemantauan lanjutan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara menyeluruh sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.











