banner 970x250
Kesehatan

PT BMS Bagikan Masker kepada Warga di Tengah Kabut Asap Luwu

15
×

PT BMS Bagikan Masker kepada Warga di Tengah Kabut Asap Luwu

Sebarkan artikel ini
PT BMS Bagikan Masker kepada Warga di Tengah Kabut Asap Luwu
PT BMS perusahaan smelter di Kecamatan Bua, mulai membagikan masker ke masyarakat, guna mengurangi paparan asap Karhutlah di Kecamatan Bua.(Chaeruddin)
Example 468x60

LUWU – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), perusahaan smelter yang berada di bawah naungan Kalla Group.

Mulai Rabu (14/10/2026), PT BMS turun langsung membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

banner 300x600

“Pembagian masker pada hari ini dipusatkan di perempatan lampu merah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu,” kata Site Manager PT BMS, Muh. Aldin.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.

Setelah pembagian di perempatan lampu merah Bua, PT BMS juga mengagendakan pembagian masker bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lingkar pabrik smelter serta sejumlah sekolah di Kabupaten Luwu.

“Kami harapkan ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan partikel halus yang terkandung dalam asap, terutama bagi mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan,” ujar Aldin.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pembagian masker dilandasi kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama karena dampak pencemaran udara tidak hanya dirasakan oleh pekerja, tetapi juga masyarakat umum, termasuk anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya.

Atas dasar kemanusiaan, perusahaan mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut melalui pembagian masker.

Kondisi udara di Kabupaten Luwu sebelumnya telah menjadi perhatian setelah kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah. Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak paparan asap terhadap kesehatan.

Dalam pemberitaan sindosulsel.com pada 10 Oktober 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Baca juga:  Pemkot Makassar Gandeng FKM Unhas Percepat Penanganan Stunting dan Gizi Buruk

Kabut asap yang bercampur dengan partikel pencemar dapat memicu iritasi mata, batuk, tenggorokan kering, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Salah satu partikel yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yakni partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru.

Asap yang menyelimuti wilayah Luwu diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Kemungkinan asap kiriman dari wilayah lain juga perlu ditelusuri lebih lanjut.

Dinas Kesehatan sebelumnya juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat serta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah.

Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat berharap pemerintah daerah bergerak cepat memperluas upaya perlindungan kesehatan warga.

Pembagian masker gratis diharapkan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan, tetapi juga mendapat dukungan pemerintah melalui distribusi kepada masyarakat di berbagai kecamatan, terutama wilayah yang terdampak kabut asap.

Sekolah-sekolah juga menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Masyarakat berharap masker yang sesuai dapat segera disalurkan kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang masih harus beraktivitas di lingkungan sekolah.

Selain pembagian masker, pemerintah diharapkan meningkatkan pemantauan kualitas udara, menyampaikan informasi secara berkala, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengendalikan sumber kebakaran dan mengurangi paparan asap.

Jika kondisi udara memburuk hingga membahayakan kesehatan, masyarakat juga berharap pemerintah segera mengevaluasi kegiatan belajar mengajar.

Apabila diperlukan berdasarkan hasil pemantauan dan rekomendasi instansi berwenang, kegiatan sekolah tatap muka diharapkan dapat dihentikan sementara atau dialihkan ke pembelajaran jarak jauh.

Langkah tersebut penting agar keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak dikorbankan demi mempertahankan kegiatan belajar mengajar secara normal.

Baca juga:  BKAD Sebut Belanja Obat Luwu Rp3,9 Miliar, Dinkes Ungkap Anggaran Turun Rp2,2 Miliar

Pembagian masker oleh PT BMS menjadi salah satu bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.

Namun, perlindungan masyarakat secara menyeluruh tetap membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat.

Di atas semua itu, upaya penanganan tidak boleh berhenti pada pembagian masker.

Pengendalian sumber kebakaran, pemantauan kualitas udara, keterbukaan informasi, dan perlindungan kelompok rentan perlu berjalan beriringan agar masyarakat Kabupaten Luwu dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *